banner 728x250

Youth Environmet Institute (YEI) : Melihat masa depan Gheotermal untuk bangsa

  • Bagikan
banner 468x60

DKI JAKARTA | Energi panas bumi atau energi geothermal adalah sumber energi yang relatif ramah lingkungan karena berasal dari panas dalam bumi. Air yang dipompa ke dalam bumi oleh manusia atau sebab-sebab alami (hujan) dikumpulkan ke permukaan bumi dalam bentuk uap, yang bisa digunakan untuk menggerakkan turbin-turbin untuk memproduksi listrik. Di samping menghasilkan listrik, energi geotermal juga bisa digunakan untuk pompa pemanas, alat mandi, pemanas ruangan, rumah kaca untuk tanaman, dan proses-proses industri.

Di beberapa tahun terakhir, pasar untuk tenaga geothermal meningkat tajam, terutama di pasar-pasar negara berkembang karena – akibat pertumbuhan ekonomi – semakin banyak komunitas-komunitas di pedesaan berpenghasilan rendah yang mendapat akses ke jaringan listrik. Banyak pemerintah juga makin meningkatkan fokus untuk mengurangi kebergantungan pada bahan bakar fosil yang mahal dan tidak ramah lingkungan. Maka sebuah organisasi Youth Environmet Institute (YEI) membuat diskusi bertemakan “Melihat Masa Depan Geothermal Untuk Bangsa” pada hari Kamis, 07 April 2021, Via Zoom dan Youtube.

banner 336x280

Ada beberapa Narasumber yang mengisi acara Yaitu : Direktur Panas Buki ESDM Harris S.T M.T, Dirut PT.Geo Dipa Energi Riki Ibrahim, Presdium Youth Environmet Institute (YEI) Chrisye Octafiany.

Ruly Husnie Ridwan menjelaskan, bahwa (Geothermal) Geodiva energi adalah bumi panas bumi yang berada dibawah kementerian keuangan.
“Saat ini kami mengelola dua lapangan di Dieng dan Patuha. Pada kesempakatan ini energi panas bumi ini pada tahun-tahun ini sangat pesat terutama dengan adanya UU energi panas bumi, dan pada di kepemimipinan bapak Presiden Jokowi sangat gencar dengan mendorong adanya kegiatan investasi untuk masuk ke Indonesia, dengan adanya UU Cipta Kerja yang sebenarnya misinya sangat sederhana, dengan menyederhanakan semua regulasi dan dapat menarik para investor berminat berinfestasi di Indonesia,” ucapnya.

Ditambahkannya, jika saat ini pemerintah melihat apakah enviromental regulasi yang sederhana itu saja cukup.
“Pemerintah melihat pentingnya membentuk suatu BUMD yang bergerak di panas bumi ini. Dalam tahun 2021 ini sudah memulai pembicaraan untuk holding panas bumi ini. Ada beberapa perusahaan yang saat ini yang sebagian besar kemungkinan sahamnya dimiliki pemerintah Pertamina, PT. PLN Gas dan Gheotermal, Geo Dipa Energi direncakan untuk disatukan untuk holding panas bumi”tambahnya.

Direktur Panas Bumi ESDM, Harris memaparkan, bahwa Indonesia saat ini sedang berproses penetrasi energi terbarukan.
“Jadi energi yang terbarukan itu adalah bersumber energi yang dapat diperbarui, di Indonesia ini ada beberapa jenis energi terbarukan yaitu hidro, bioenergi laut, surya, angin bahkan energi laut hanya saja pengembanganya belum maksimal,” ucapnya.

“Energi terbarukan saat ini sekitar 10,9 persen padahal target kita 23 persen pada tahun 2025, perjalanannya memang masih cukup jauh, tetapi yang sudah dilakukan pemerintah termasuk regulasi, memfasilitasi dengan lembaga-lembaga pembiayaan, melakukan pengawasan, pembinaan, dll. Kita berharap bisa mencapai di tahun 2025 nanti,” tuturnya.

“Berbicara Sumber daya panas bumi di Indonesia, kita tau bahwa kita tercatat sebagai satu negara potensi panas bumi terbesar saat ini 23,765,5 MGW terindentifikasi. Memang potensi sumber dayanya saat ini berpariasi.
Untuk pemanfaatan panas bumi saat ini kita Indonesia menduduki negara nomor urut dua dan yang pertama pertama adalah Amerika,” tambanya.

Ditambahkannya lagu, berbicara Kebijakan panas bumi adalah energi yang terbarukan yang sangat lengkap. UU 21 Tahun 2014 tentang panas bumi. Kemudian sekarang saat ini adalagi UU Cipta kerja, UU Nomor 11 Tahun 2020 dan juga mendukung energi yang terbarukan hanya ada beberapa hal yang perlu di singkronkan disana.

“Untuk aspek pemanfaatan panas bumi, panas bumi sangat banyak besar manfaatnya. Mulai dari yang kita kenal sebagai pembangkit listrik yaitu pemanfaatan tidak langsung sampai pemanfaatan langsung yang bisa dinikmati contohnya seperti yang familiar bagi kita pemandian air panas di Ciater, jadi sumber panas itu lansung memanaskan air jadi kita bisa lansung pakai. Panas bumi juga dapat di mamfaatkan sebagai produksi hidrogen,” jelas Harris.

Sementara, Christie Okta, Presdium Youth Environmet Institute (YEI) mengatakan, untuk Gheotermal banyak orang awam tidak mengetahui. “Gheotermal adalah energi panas bumi yang terbarukan, Bagi saya sendiri Geotermal adalah energi kearifan lokal,karena tidak bisa di ekspor keluar negeri yang bisa rasakan adalah masyarakat sendiri,” tuturnya.

“Ada fakta menarik berada di gerotermal yaitu 40 persen cadangan dunia gheotermal ada di Indonesia, Itu kehebatan Indonesia bahkan Indonesia nomor urut dua di Idonesia. Kami dari Youth Environmet Institute (YEI) melihat bahwa pemerintah kurang pemerintah energi ini,Seharusnya pemerintah memberi perhatian karena energi ini ramah lingkungan, tidak seperti energi lain yang membutuhkan bahan bakar,” ucapnya.

“Energi ini seharusnya dapat dilestarikan dan dikembangkan karena banyak sekali manfaatnya. Jadi pemerintah pusat harusnya dapat memperhatikan energi ini agar dapat dipermudah regulasinya,” tambahnya.

“Jadi saya mengajak masyarakat, mahasiswa, aktivis lingkungan ayo suarakan energi ini. Karena energi yang sangat ramah lingkungan karena kita sebagai pejuangan di energi ini kita sebagai represntatif untuk mendukung energi ramah lingkungan ini,” tutupnya.

Pewarta: Art
Editor: Zainul Nasti

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan