Youth Enviroment Institute (YEI): Rusaknya lingkungan di balik D100

  • Bagikan
Puluhan mahasiswa yang mengatas namakan Youth Enviroment Institute (YEI) telah menyampaikan aspirasi langsung di depan kantor pusat Pertamina. (Art/valito.id)
banner 468x60

VALITO.ID | DKI JAKARTA | Biodiesel d100 adalah bahan bakar yang berasal minyak kelapa sawit, telah jelas bahwa tanaman kelapa sawit telah merusak lingkungan. Tanaman kelapa sawit merugikan masyarakat yaitu rusaknya hutan, erosi pada tanah, tercemarnya tanah dan menyebabkan kekeringan.

Puluhan mahasiswa yang mengatas namakan Youth Enviroment Institute (YEI) telah menyampaikan aspirasi langsung di depan kantor pusat Pertamina, tetapi di tanggapi dingin oleh para pemangku kekuasaan di sana.

banner 336x280

“Sudah Jelas pidato presiden Jokowi pada sidang di DPR MPR membanggakan, program Biodisel D100 dan akan menyerap 1 juta ton kelapa sawit. Artinya pemerintah dan pengusaha sawit bermain mata meraup kekayaan alam dengan merusaknya,” ucapnya. Kamis, (27/20) di Jakarta Pusat.

Butuh berapa juta hetar lagi lahan di buka, butuh berapa juta pohon di tebang, butuh berapa ribu habitat dan ekosistem lagi yang mati, mau kasih apa buat anak cucu kita nanti , kasih makan sawit ???, kata Orator.

“Maka itu secara tegas saya Juliano menolak program Biodisel d100 yang di canangkan pemerintah, dan menuntut pemerintah untuk mengembalikan hutan yang telah di jadikan lahan sawit untuk di kembalikan seperti semula, menjadi hutan lindung dan kawasan konservasi, yang akan menjadi habitat hewan,” tuturnya.

Diketahui, bahwa Kabupaten Bovendigul adalah contoh nyata oligarki yang ada di negeri ini, bagaimana tidak lahan hutan seluas 280ribu hektar di rusak oleh perusahaan asing, menara grup, dengan modal izin yg di keluarkan Kemen trian kehutanan
Hutan seluas 280ribu hektar di tebang dan kayunya di jual, perusahaan mendapat keuntungan 12 triliun

“Tidak sampai di situ, setelah hutan di tebang, di tanami pohon kelapa sawit, dan dampaknya rakyat Papua di kabupaten bovendigul dirundung masalah kekeringan, kerusakan lingkungan, dan limbah sawit yang mencemari tanah,” tambah Orator lain.

“Belum lagi hutan di Kalimantan yang di bakar oleh perusahaan kakap, yang mengakibatkan penyakit ISPA pada saluran pernafasan di tengah-tengah masyarakat, dan juga pengerusakan habitat orang hutan yang di sengaja. Ini semua di lakukan pemerintah dan perusahaan kelapa sawit untuk menunjang program Biodisel d100, yang sudah di luncurkan Juli lalu,” tutupnya.

Pewarta: Art
Editor: Arif

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan