Iklan

Wilayah Hukum Polsek Talun Kenas diduga tebang pilih dalam penangkapan perjudian ketangkasan tembak ikan dan toto gelap/togel (303)

  • Bagikan
banner 468x60

DELISERDANG – VALITO | Dalam bentuk menumpas tuntas kejahatan bentuk perjudian jenis tembak ikan dan togel (303), di Wilayah Hukum Polsek Talun Kenas STM Hulu Kabupaten Deliserdang Provinsi Sumatra Utara.
Terkesan sangat kental tebang pilih, siapa yang punya setoran yang tinggi dapat di pastikan aman-aman saja.

Terkait ada nya informasi tebang pilih dalam menumpas bentuk Perjudian jenis Tembak Ikan dan Togel (303), disampaikan oleh Rio salah seoarang warga Talun kenas sekira pukul 11:15 wib kepada awak media.

banner 336x280

Ada nya informasi yang di sampaikan Rio melalui situs WhatsAAp mengkomfirmasi Hendra Tambunan Kapolsek Talun Kenas. Namun tidak ada balasan atau pun memberikan layanan informasi, Bahkan pada pukul 16:30 melalui kontak telepon, awak media juga sudah berupaya menghubungi beliau.

Masyarakat Talun Kenas meminta kiranya Kombes Pol Yemi Mandagai S.I.K selaku Kapolresta Deli Serdang. Agar segera memanggil Kapolsek dan Kanit Serse, hingga memberi sangsi yang tegas. Dikarenakan kuat dugaan sudah menerima upeti mingguan atau bulanan untuk Polsek Talun Kenas.

Pantauan awak media salah satu tempat peraktek prjudian jenis Dadu putar dan Ketangkasan Tembak Ikan masih marak, tepat nya di desa Batu karang yang masih di wilayah kerja Polsek Talun Kenas, salah satu bentuk tebang pilihnya penangkapan yang di maksud, dapat di buktikan tertangkap nya salah satu mesin tembak ikan yang tidak memiliki merek.
Ketika di tanya kepada salah seorang warga pemilik mesin itu adalah seorang warga Talun kenas yang berinisial AT.

Ketika di hubungi via telepon terkait keronologisnya penangkapan mesin tembak ikan, AT, beliau mengatakan, bahwa Awal mulanya ia buka mesin sudah ijin sebelumnya, ijin dalam bentuk kordinasi sama Kanit Reskrim yang akrab di sapa dengan sebutan Arfan.

“Saya di perbolehkan buka perjudian jenis tembak ikan dengan tempo seminggu dulu baru memberikan setoran (upeti).
Akan tetapi setelah baru buka sekitar satu hari saya di datangi kanit dan menyuruh untuk bertemu dengan kapolsek kalau mau buka perjudian jenis tembak ikan, kemudian prihal itu saya tanggapi dan saya bilang besok saya ke kantor untuk menghadap, untuk bertemu dengan kapolsek,” ujar AT.

“Tidak lama setelah pembicaraan itu sore nya mesin judi tembak ikan saya di tangkap dan di bawa ke Polsek Talun Kenas. Padahal saya baru satu hari bukak, sementara yang sudah lama beroprasi sama sekali tidak di tangkap. Itulah bentuk dilema atau permainan, hingga bentuk penegakan hukum yang terjadi. Pangkat atau jabatan dijadikan sebagai mesin pencetak uang, bukan sebagai pedang dalam menegakkan keadilan,” ujar beliau waktu memberikan keterangan dan kompirmasi beliau pada awak media.

banner 336x280
Penulis: Rudi Brahmana Editor: Zainul
banner 120x600
  • Bagikan