Wartawan dihina dengan sebutan nama kemaluan dan nama binatang, ini penyebabnya…

  • Bagikan
Gambar: Oknum yang diduga menghina wartawan. (AWNI)
banner 468x60

LABUSEL | Lagi lagi oknum K3 salah satu perusahaan swasta di bukit tujuh Torgamba Labuhanbatu Selatan (Labusel), diduga menghina wartawan dengan sebutan nama kemaluan dan nama binatang, ucapan penghinaan itu disampaikan lewat sambungan panggilan suara dan pesan Whatshapp, Rabu (16/06/2021).

Oknum K3 berinisial SP (40) diduga menghina Wartawan dengan sebutan kemaluan dan binatang, dan diduga kuat sempat mengeluarkan ancaman, terkait pemberitaan pelecehan pada seorang wartawan yang tergabung di DPC AWNI Labuhanbatu Selatan, berinisial TS (27) karena membuka informasi terkait tumpukan pupuk pada sebuah lobang.

banner 336x280

Berita apa itu berita kok kek gitu, buat berita yang bagus lah, tapi kalo mau nanya jumpa ajalah, diranto juga bisa. Nanti tahun depan, tahun 2022, sebut oknum tersebut yang juga diduga memberi informasi palsu dengan menyebut dirinya bernama Rudi dan bekerja pada bagian harian perbaikan jalan

Terkait peristiwa yang jadi temuan dan investigasi DPC AWNI Labuhanbatu selatan, yang mana menurut pengakuan TS (27) akibat tumpukan pupuk dan mengakibatkan adanya campuran genangan air, diduga kuat jadi pengaruh matinya unggas dan rumput

Unggas itu terletak di pinggiran lobang berisi Tumpukan pupuk yang digenangi air, saya dikabari SSL, maka kami langsung turun kelapangan, untuk melakukan pengecekan, ungkapnya

Ditempat berbeda Kepala Dinas Lingkungan Hidup Syafruddin Rambe, saat di konfirmasi lewat telfon genggamnya di nomor 08XX XXXX XX58, mengatakan jika dirinya tidak penah mengetahui kejadian seperti ini sebelumnya dan patut dicurigai

Untuk kejadian seperti ini kita belum pernah dengar dan belum pernah kita ketahui, jadi untuk itu saya rasa bila kejadian ini benar menumpuk pupuk, kita patut merasa curiga, ada apa ya?, sebut Safrudin Rambe

Sekjen DPD LSM Baris Labusel, Bung Tulus Manalu, turut angkat bicara jika pihaknya akan menyurati pihak perusahaan dan tidak menutup kemungkinan akan membuat Surat Dumas Ke Penegak Hukum.

Sumber: TIM/AWNI

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan