Warga Rantauprapat berharap lampu jalan di hidupkan lagi

  • Bagikan
Terlihat tidak hidupnya LPJU (Lampu Penerangan Jalan Umum) karena bila malam suasana gelap sangat memungkinkan menambah resiko pengguna jalan. (Zainul/valito.id)
banner 468x60

LABUHANBATU | Beberapa warga mengeluhkan atas tidak hidupnya LPJU (Lampu Penerangan Jalan Umum) karena bila malam suasana gelap sangat memungkinkan menambah resiko pengguna jalan. Di samping itu penerangan lampu jalan sudah merupakan hak warga dari pemotongan 10 persen setiap bulannya saat membayar rekening listrik.

Hal itu di katakan Iwan, warga Jalan Kancil Rantau Selatan saat berbincang tentang kondisi lampu jalan yang sudah hitungan bulan mati total. Diutarakannya, jika sebelum masa Covid19 lampu masih hidup tetapi tiba tiba mati sepanjang jalan.

banner 336x280

Sebelum Covid19 lampu jalan kami hidup, tetapi udah lama kalipun mati, heran kok satu jalur mati semua, terangnya bernada tanya, Rabu (22/9).

Sedangkan Ahmad, salah seorang warga penarik beca, mengatakan, jika penerangan lampu jalan sangatlah membantu dirinya bila sedang menarik beca di malam hari. Lampu jalan hampir sepanjang jalan Sisingamangaraja mati.

Abang tengoklah, mati lampunya, awak tadi aja ngak nampak abang stop, katanya, Rabu Malam, pada saat rekan media sengaja ingin naik beca bermotor untuk mencari keterangan pengemudi becak bermotor.

Sementara, Plt Dinas Tata Ruang Dan Pemukiman (Tarukim), Ihsan Harahap saat dikonfirmasi terkait banyaknya lampu penerangan jalan umum yang mati dan apa masalahnya.
Dikatakannya, bahwa ada kemungkinan lampu sudah tidak berfungsi alias sudah mati dan bisa juga dari panel. Namun pihaknya saat ini tidak bisa berbuat banyak karena adanya kendala dalam pergantian bola lampu yang mati di karenakan dana untuk itu belum tersedia.

Ada sebagian yang sudah mati atau bisa mungkin panelnya bermasalah, jawabnya melalui via pesan What Apps Rabu (23/9).

Dari keterangan Kepala Bapenda yang di temui rekan media, Muslih mengatakan, bahwa untuk pembayaran lampu penerangan jalan umum yang membayarnya bagian keuangan sedangkan untuk tagihan dari PLN dari hasil pemotongan 10 persen adalah Badan Pendapatan Daerah.

Dan dirinya berjanji akan membantu rekan media menayakan kepada Indra Sila yang saat ini sedang rapat di gedung DPRD dengan Panitia Khusus pembahasan PAPBD 2020.

Selang beberapa kemudian, saat ada jawaban yang di dapat melalui pesan What Apps, Kepala Bappenda menjelaskan, bahwa Pemda telah membayar rekening lampu penerangan jalan umum bulan Agustus dan September.

Sebelumnya, Kepala Rayon PLN Kota Rantauprapat. Galuh saat di konfirmasi terkait padamnya beberapa titik lampu penerangan jalan umum, apakah ada kebijakan PLN memutus arus di sebabkan tunggakan atau karena hal lain.

Galuh yang terkenal cukup respon terhadap pelanggan dan rekan media mengatakan, pihak PLN tidak ada memutus arus dan bisa saja lampu tersebut sudah tidak berfungsi. Tetapi selaku pimpinan rayon dia akan memerintahkan para petugas untuk kroscek.

Selamat pagi Pak, mohon maaf untuk lampu jalan daerah mana Pak, jika boleh tau?, supaya kami cek apakah ada gangguan dari sisi PLN atau lampunya yang putus, untuk sejauh ini untuk LPJU Pemda belum ada kami laksanakan pemutusan karena tidak ada tunggakan, jawabnya.

Pewarta: Zainul Hasibuan
Editor: Arif

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan