banner 728x250

Warga mohon parit saluran irigasi milik masyarakat Desa Kuala Tanjung jangan diperjualbelikan

  • Bagikan
banner 468x60

BATUBARA | terkait dengan beredarnya isu-isu dari kadus dusun 3 berinisial Dd yang baru baru ini mengatakan bahwa diminta untuk menandatangani sesuatu surat untuk pembebasan lahan yang ada di Jalan Dusun 3.

Diparit tersebut suratnya sudah di ketik, saya sebagai saksi, dan yang meminta dia untuk menandatangani itu dia tidak berani menyebutkan karena saya tidak enak nanti, jika ingin lebih jelas tanyalah Kades Kuala Tanjung Kec. Seisuka,” ucapnya kepada salah seorang warga Dusun 3 berinisial Fahrul Rozi alias Joss. Dan setelah mendengar ucapan kadus dusun 3 tersebut, wargapun beramai-ramai melihat parit saluran irigasi yang selama ini tempat penampungan air.

banner 336x280

“Disaat hujan tiba tiba, kenapa di jual belikan, Karena dinilai tanah ada tapi itu tidak bertuan,” ujar warga.

Tidak meunggu lama, Fahrul Rozi dan kawan-kawannya kemudian membuat plank yang tertuliskan (parit ini haram di jual belikan), plank tersebut di tancapkan di atas parit tersebut pada hari Minggu sore kemarin, (9/4/2021) yang disaksi oleh kadus Dusun 3, Ibrahim.

“Dan kawan kawan satu dusun semua mengecam atas tindak tanduk salah satu oknum yang ingin meraup keuntungan semata terkesan memperkaya diri sendiri dan kelompoknya,” ucap Fahrul Rozi dengan lugas.

Fahrul Rozi juga menambahkan, semenjak adanya isu-isu salah satu perusahaan yang ingin memperluas areanya, yakni PT Pelindo 1 hubungan Internasional, sedang mengincar areal yang dekat-dekat untuk sebagai perumaha.

“Mereka melirik-lirik lahan yang strategis, maka tidak menutup kemungkinan banyak orang mengambil kesempatan dalam hal-hal yang menguntungkan,” ucapnya pada awak media yang bertugas.

Dari itu masyarakat memanggil Camat Seisuka dan melaporkan tentang permasalahan yang lagi dipersoalkan masyarakat tersebut pada Senin, (10/5/2021) siang pukul 11 02 di Desa Kuala Tanjung, Kec. Seisuka. Camat mengatakan jika memang itu milik masyarakat maka harus memiliki bukti.

” Dan harus dibuktikan, sementara saya akan meminta pernyataan dari kepala Desa Kuala Tanjung dan masyarakat setempat supaya persoalan ini segera di selasaikan dan juga mengatakan jika memang terbukti mereka memperjual belikan tanpa dasar yang kuat akan diambil alih oleh pihak Kepolisian,” ucap Camat kepada masyarakat setempat.

Terkait dengan kekisruhan yang ada di Desa Kuala Tanjung Kec. Seisuka Kab. Batubara Sumatera Utara, Kepala Desa Kuala Tanjung tidak ada komentar dan tidak merespon di saat di konfirmasi oleh awak media melalui HP/WA.

“Dari pada apa yang di persoalkan oleh masyarakat desa kuala seharus nya pihak desa segera merespon dengan apa yang di pertanyakan masyarakat tentang kejelasan parit saluran irigasi tersebut. Tetapi pihak desa terkesan bungkam,” ucap Fahrul Rozi alias Joos.

“Tetapi kuat dugaan saya ada permainan oknum nakal yang mendalangi ini dan memprakarsai membuat atas nama dan kepemilikan parit irigasi tersebut,” ucap salah satu masyarakat Dusun Sentosa, Desa Kuala Tanjung. Kec Seisuka.

Warga juga memohon agar Bupati meninjau langsung parit irigasi dan segera membenahi dan menghukum oknum-oknum yang memperjual belikan parit yang ada di Jalan Sentosa Dusun 3 Kec. Seisuka Kab. Batubara.

Pewarta: Duanda
Editor: Zainul Nasti

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan