Warga kesal, penerima bantuan Covid-19 kebanyakan keluarga perangkat desa

  • Bagikan
Sejumlah warga ketika mengambil BLT-DD ke Kantor Desa Emplasmen Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu, Jum'at (22/5).
banner 468x60

VALITO.ID | LABUHANBATU | Pandemi Covid-19 menjadi mimik yang menakutkan bagi masyarakat, berbagai sektor kini terimbas semenjak wabah Covid-19, dampak dari wabah tersebut kini menyerang sendi-sendi perekonomian masyarakat hingga kebutuhan sehari-hari masyarakat turut memprihatinkan. Keprihatinan tersebut membuat pemerintah kini memberikan berbagai program bantuan. Namun mirisnya, untuk kepentingan perut dan kantong, bantuan sosial dari pemerintah tersebut tak jarang menjadi lahan keuntungan bagi oknum-oknum yang tak berprikemanusiaan.

Contohnya, Santi, warga Dusun Tengah, Emplasmen Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu yang bersebelahan rumah dengan Kadus, Beben Maulana (satu dinding kontrakan, red) tak mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST) maupun Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD). Sementara, saat pembagian BLT-DD ditemukan banyak persoalan yang tak layak karena penerima kebanyakan keluarga perangkat desa.

banner 336x280

“Saya kesini (Kantor Desa, red) bersama warga menanyakan mengapa kami tidak dapat bantuan. Saya sendiri tinggal bersebelahan satu dinding dengan Kadus Beben, tetapi tak pernah merasakan yang namanya bantuan apapun,” lirih Santi kepada awak media saat bersama sejumlah warga yang protes ke Kantor Desa Emplasmen Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu, Jumat (22/5).

Pada saat pembagian BLT-DD, justru nama-nama yang tertera kebanyakan keluarga perangkat. Ironisnya, anak kadus atas, Sudono pun dua orang mendapat jatah. Parahnya, keluarga Sekretaris Desa, Wakirin, pun ikut menikmati.

Malahan, Ketua LKMD Suroto, juga namanya terpampang di daftar kertas pengumuman penerima BLT-DD. Keanehan tak cukup sampai disini, seorang warga, Halasan Situmorang, yang mengalami stroke bahkan sampai dipapah ke Kantor Desa, ikutan protes karena hanya bisa menonton warga yang merupakan BST maupun BLT-DD.

Unjuk rasa warga yang protes hanya ditemui Perangkat Desa, Binsar, namun Kepala Desa, Sardi tidak kelihatan di kantor. Sambil menerima berkas KK dan KTP warga yang protes, Binsar hanya bisa menjawab keinginan warga akan disampaikan kepada Kepala Desa, Sardi.
“Nanti KK dan KTP ini saya sampaikan kepada Pak Kades,” jawab Binsar dihadapan puluhan warga.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Emplasmen, Sardi, belum dapat di konfirmasi. Awak media mencoba melalui eletronik WhatsApp, pesan pun telah terkirim dan tanda pesan di terima atau terbaca olehnya.( NZ )

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan