TPP tak kunjung di bayar, ASN di Labuhanbatu mengeluh

  • Bagikan
Terlihat salah satu kantor di dinas Pemerintahan Labuhanbatu sepi. (Zainul/valito.id)
banner 468x60

VALITO.ID | LABUHANBATU | Memasuki bulan ke tiga, para ASN belum juga menerima Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) yang menjadi penghasilan tambahan bagi ASN yang di nilai dari kinerja. Ketidak pastian itu hingga kini masih berlanjut dan belum ada tanda tanda akan di berikan.

Hal itu terungkap dari beberapa Aparatur Sipil Negara saat dikonfirmasi tentang keterlambatan TPP sejak bulan Juni, Juli. Sudah bukan menjadi rahasia lagi kalau para ASN belum menerima penghasilan di luar gaji.

banner 336x280

Tunjangan penghasilan sangat kami harapkan, jujur saja karena SK kami juga sudah akad di Bank Sumut, keluhnya, Selasa, (11/8/2020) dan minta namanya jangan di publikasikan.

Keterlambatan pembayaran TPP itu sewaktu di pertanyakan ke bendahara kantor bahwa belum ada dana yang mau di bayarkan. Alasan itu menjadi rahasia yang juga ada informasi diduga bahwa kas daerah kosong.

Asal di tanya ke bendahara, katanya belum ada, sepertinya kas daerah diduga kosong, bebernya.

Proses pembayaran TTP itu bersumber dari dana APBD berbeda dengam gaji yang di bayarkan melalui APBN. Setiap ASN yang bertugas di Labuhanbatu ada di maktubkan dalam Perda, bahwa menerima dana TPP perbulannya sesuai tingkat jabatan.

Dilingkungan Pemkab Labuhanbatu jumlah ASN 5252 orang per Desember 2019 dan para ASN tersebut tetap mendapat tunjangan tambahan penghasil. Pendapatan penghasilan itu diterima setelah bulan berjalan.

Beberapa waktu lalu, Indra Sila, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah saat di konfirmasi memgakui bahwa ada persoalan termasuk kas daerah kosong. Kekosongam itu karena situasi yang sedang terjadi adanya wabah. Secara umum kas daerah bersumber dari PAD.

Ya itu kita akui, dan karena PAD saat ini mengalami kendala, ujar Indra.

Menurut awak media, terkait pemasukan PAD dalam kondisi wabah Covid 19 yang sedang berlangsung, alasan itu diduga menjadi kendala pembayaran TPP di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu

Rekan Mediapun mencoba mengkonfirmasi Plt Kadis Badan Pengelolaham Pendapatan Daerah, Muslih SH ,MH. Di katakan Muslih, bahwa PAD saat ini memang ada kendala sehingga keterlambatan TPP, serta ada kaitannya. Dan Bappenda sendiri akan menjemput bola ke obejk pajak melalui petugas dan juga perangkat yang terkait.

Semester pertama ini baru 40 persen dari 13 milyar yang di targetkan tahun ini, ungkap Plt yang baru hitungan hari menjabat Rabu (12/8/2020).

Untuk itu di harapkan agar para objek pajak agar membangun kesadaran untuk membayar pajak karena pembangunan daerah tergantung juga pendapatan pajak dan retribusi, tutupnya.

Pewarta: Zainul Hasibuan 

Editor: Arif

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan