banner 728x250

Terlibat kasus sabu-sabu, oknum ASN Labuhanbatu terancam dihukum mati

  • Bagikan
Foto: Oknum PNS BPBD Kabupaten Labuhanbatu, Lydia Agustika alias Lidia (36) terancam hukuman mati.(MH/AWNI)
banner 468x60

LABUHANBATU | Oknum ASN Labuhanbatu Yang bertugas di dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Labuhanbatu Sumut yang merupakan istri ke 3 gembong narkoba, Man Batak yang sempat menghebohkan jagat maya terancam hukuman mati karena terlibat narkoba.
Jumat, (4 Juni 2021).

Oknum PNS BPBD Kabupaten Labuhanbatu, Lydia Agustika alias Lidia (36), dan rekan prianya Khairuddin Aman Siregar (47) terancam hukuman mati saat persidangan digelar di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (4/6/2021).

banner 336x280

Lydia disebut-sebut istri ketiga dari gembong Narkoba, Firman Pasaribu alias Man Batak yang saat ini masih ditangani dalam berkas terpisah. Lydia ditangkap atas keterlibatannya dalam kasus jual-beli sabu seberat 5 kilogram.

Dalam sidang yang digelar secara video conference tersebut, keduanya didakwa JPU Maria FR Tarigan melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria FR Tarigan menguraikan dalam dakwaannya, berawal dua petugas Ditresnarkoba Polda Sumut menerima informasi tentang adanya peredaran sabu di daerah Kotapinang, Labuhanbatu Selatan (Labusel).

“Sesuai informasi saksi-saksi melihat ciri-ciri kendaraan yang digunakan para tersangka yaitu mobil Honda CRV warna hitam No.Pol : BK 160 LI,” ujarnya dihadapan majelis hakim yang diketuai Syafril Batubara.

Dikatakan JPU, pada 9 Januari 2021 kedua petugas tersebut menghentikan mobil yang dikendarai kedua terdakwa, di pinggir Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Kotapinang, Labusel Beberapa bulan lalu.

Sumber: MH/AWNI

Editor: Zainul Nasti

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan