Iklan

Terkait SMPN 3 Kualuh Leidong, oknum guru LO diduga paksa 14 wali murid tandatangan kertas kosong tidak bermaterai

  • Bagikan
banner 468x60

LABURA | VALITO.id | Masalah kabar miring yang menimpa mantan Kepala Sekolah SMP 3 Kualuh Ledong Kab. Labuhanbatu Utara (Labura), kini sudah mendapat titik terang, hal itu diduga sengaja di rekayasa salah satu oknum guru honorer SMP N 3 benitial LO (35), ternyata oknum guru LO (35) paksa 14 wali murid SMPN 3 menandatangani surat pernyataan kertas kosong yang tidak bermaterai.

“Saya sudah mengecek ke lapangan bersama pengurus komite ada kejanggalan terhadap 14 surat pernyataan yang di buat oleh wali murid ternyata 14 wali murid tersebut sengaja di suruh salah satu oknum guru honor di SMPN 3 bernitial LO(35), dengan alasan kalau orang tua dari murid menandatangani maka uang yang telah di berikan ke komite akan di kembalikan,” jelas Ketua Komite, H. Sianturi saat dikonfirmasi media, Selasa, (21/9).

banner 336x280

“Dan diperparah lagi, ada wali murid di suruh menadatangani surat pernyataan dengan hanya menadatangani kertas kosong tapi tidak bermatrai, ini bisa di katakan mebuat penghasutan kepada wali murid agar menandatangani tanpa tau apa isi surat yang akan di buat,” papar H Sianturi.

Sambung ketua komite, padahal mengenai sumbangan dalam bantuan untuk sekolah SMPN 3 kualuh ledong telah terbiaya dengan menyewa teknisi juga.

“Menambah kabel jaringan dan sampai menyewa mesin genset juga menambah les tryout komputer siswa, agar UNBK tahun ajaran 2019 – 2020 bisa terlaksana. Akan tetapi karena kondisi pandemi Covid 19 UNBK tidak terlaksana tetapikan biayanyapun sudah dipergunakan,” ujar H Sirait.

Sementara salah satu wali murid bernama Rosita, yang membuat pernyataan tandatangan keberatan atas bantuan untuk sekolah SMPN3 kualuh kedong melalui media valito.id menyampaikan mohon maaf telah terlanjur menandatangani surat keberatan yang di bawa oleh salah satu guru bernitial LO.

“Tetapi kami hanya di suruh menandatangani kertas kosong tidak ada materai, sedangkan isi surat pernyataan itu kami tidak tau apa isinya. Setelah kami dijelaskan oleh ketua komite bahwa hasil musyawarah kami pada tanggal 25 Februari 2020 uang tersebut bukan untuk menebus ijazah tetapi untuk bantuan try out dan keperluan UNBK,” jelasnya salah satu wali murid, Rosita.

Terpisah mantan kepala sekolah SMPN 3, Edo Tampubolon, S.Pd tahun ajaran 2019-2020, kepada wartawan menjelaskan, kalau pengurus komite sudah langsung survey ke orang tua wali murid, bahwa mereka tidak mengetahui apa tujuan tandatangan yang di suruh oleh salah satu oknum guru bernitial LO, setelah di jelaskan oleh ketua komite baru tahu wali murid kalau tandatangan tersebut untuk di salah gunakan oleh oknum guru tersebut.

“Pengurus komite sudah menjumpai 8 orang dari 14 wali murid yang mengajukan laporan keberatan ke pihak Dinas Pendidikan Kab. Labuhanbatu Utara, tetapi 8 orang wali murid tersebut sudah langsung membuat penyataan telah menandatangani surat kosong yang tidak bermaterai yang di suruh oleh oknum guru bernitial LO,” jelas Edo Tampubol sambil mengukapkan kalau tidakan gurunya sudah keterlaluan.

banner 336x280
Penulis: Basri Editor: Zainul
banner 120x600
  • Bagikan