T Hutahaean : Poldasu diminta segera tindak pelaku penambang pasir, batu dan tanah tanpa izin

  • Bagikan
Ketua WALANTARA Sumut T Hutahaean (kiri), Sekjen WALANTARA Sumut, M Safri (kanan). (Foto : Derry/valito.id)
banner 468x60

VALITO.ID | MEDAN | Maraknya penambangan pasir, batu dan tanah urukan yang di duga tidak memiliki izin dari dinas terkait di Deli Serdang dan ditambah cuaca yang ekstrim (curah hujan yang tinggi dan angin kencang) membuat T Hutahaean, Ketua Wahana Lingkungan Alam Nusantara (WALANTARA )Sumut berang, pasalnya sampai saat ini aktivitas penambang masih berlangsung alias belum terlihat ada tindakan tegas dari dinas terkait.

T Hutahaean saat dikonfirmasi melalui via seluler mengatakan, agar meminta kepada pihak Polda Sumatera Utara untuk segera turun menghentikan, menindak tegas pelaku, karena perbuatannya merugikan negara, berdampak terhadap kerusakan lingkungan dan bisa menelan korban jiwa.

banner 336x280

Dirinya menjelaskan, bahwa penambang yang tidak memiliki izin bisa di jerat UU No 3 tahun 2020, pada pasal 158 di jelaskan bagi pemilik usaha penambangan yang tidak memiliki izin dari dinas terkait diancam hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 100 M, serta bagi pemilik usaha yang mengangkut, memanfaatkan, menjual dari hasil penambangan yang tidak memiliki izin juga diancam pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 100 M.

Jadi pihak kepolisian juga diminta memberi efek jera kepada pemilik usaha yang mengangkut, memanfaatkan hasil penambangan yang tidak memiliki izin tersebut. Sehingga usaha penambangan ilegal itu tidak terjadi lagi karena pengangkut maupun pembelinya tidak lagi mau bekerjasama dengan penambang yang tidak memiliki izin tersebut, tegasnya. Senin, (3/8) di Medan.

Terkait rasa was-was masyarakat, dijelaskannya dengan ilustrasi, bahwa penambangan yang tidak diawasi hanya mengejar keuntungan besar tanpa menghiraukan dampaknya, melihat curah hujan yang tinggi ini memungkinkan terjadinya banjir bandang.

Rasa was-was pasti ada dengan situasi curah hujan tinggi, masyarakat yang tinggal dekat bantaran sungai merasa takut terjadi banjir bandang yang bisa menyapu rumah mereka rata dengan tanah, bahkan bisa menelan jiwa. Hujan deras 5 menit saja sudah menimbulkan air sungai tinggi, jorok membaya sampah, potongan batang kayu dan endapan tanah, jadi wajarlah mereka takut banjir, ujarnya mengakhiri pembicaraan.

Pewarta : Derry/Pangacara
Editor : Sri Tharani Tarigan

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan