Soal pengangkatan CPNS kategori II muncul lagi, Polisi tahan wanita ini

  • Bagikan
Sri Dina Waty (51) sewaktu dipaparkan di Polres Palas atas dugaan tindakan penipuan.
banner 468x60

PALAS (VALITO.id) | Polres Padang Lawas(Palas) melakukan penahanan terhadap Sri Dina Waty (51), atas dugaan tindakan penipuan. Oknum tata usaha di SMKN 1 Barumun ini ditahan sejak Sabtu (31/7) lalu sekira pukul 13.00 WIB. 

Informasi yang diterima tersangka diduga melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam unsur uraian pasal 378 dan atau pasal 372 dari KUHPidana. Penahanan terhadap wanita ini juga berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/86/IlI/2021/SPKT/PALAS/SU, tanggal 22 Maret 2021 lalu, yang dilaporkan Aldi Amron Martua Nasution (33) yang beralamat di jalan karya nomor 34 lingkungan VI Medan Kelurahan Sei agul kecamatan Medan barat kota medan. 

banner 336x280

Penahanan terhadap Sri Dina Waty, membuka kembali persoalan pengangkatan CPNS Kategori II pada pemkab palas 2013 lalu. Yakni dengan modus bisa mengurus pelapor lolos jadi CPNS, oknum tata usaha yang berstatus honor ini meminta uang. 

Dari keterangan polisi, aksi penipuan ini terjadi pada 14 November 2013 lalu. Saat itu tersangka Sri Dina Waty mendatangi almarhumah Hj Mintana Marida Hasibuan. Disitu tersangka menjanjikan bisa mengurus pelapor untuk menjadi ASN pada penerimaan CPNS tahun 2013 di kabupaten Padang Lawas. Tentunya dengan syarat, membayar Ro150 juta. 

Meski pelapor mengikuti tes, dan ternyata pelapor dinyatakan tidak lulus menjadi ASN. 

Dan kemudian pada 18 Maret 2014, tersangka kembali mendatangi Almarhumah Hj Mintana Marida Hasibuan, yang merupakan ibunda pelapor. Dan kembali menjanjikan bisa memasukkan pelapor untuk menjadi ASN dengan cara menyisipkan pada penerimaan CPNS tahun 2016. 

Lagi-lagi dengan pelicin, membayar Rp50 juta. Namun tetap tidak juga diangkat PNS hingga saat ini. 

Sampai dengan saat sekarang ini pelapor belum juga diangkat menjadi ASN, dan total uang yang diterima oleh tersangka sebesar Rp200 juta, sebut Kapolres Palas AKBP Jarot Yusviq Andito melalui Kasat Reskrim AKP Aman Putra SH. 

Dan dari hasil pemeriksaan polisi terhadap tersangka, tersangka mengakui perbuatannya telah melakukan dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan di jalan profesor HM Yamin nomor 34 A Sibuhuan Kecamatan Barumun. 

Saat ini tersangka di Rumah Tahanan Polres Padang lawas, ungkap AKP Aman. 

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Barumun H Mukmin Saiful Daulay membenarkan bahwa Sri Dina Waty merupakan petugas tata usaha di sekolah tersebut. Statusnya sejak lama masih honor. 

Perihal penahanan terhadap oknum tata usaha SMKN 1 Barumun ini, kepala sekolah belum mengetahui hingga berita ini dibuat. Hanya saja, tersangka sempat bercerita persoalan ini jauh sebelumnya. 

Kalau penahanannya saya tidak tahu, cuma kasusnya ini dia pernah cerita, kata H Mukmin.(tan)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan