banner 728x250

Soal pengadaan mobil ambulance, Direktur RSUD Sibuhuan dipanggil Jaksa 

  • Bagikan
Foto: Tiga unit ambulance pengadaan tahun anggaran 2020 sudah terparkir di RSUD Sibuhuan. (Tan)
banner 468x60

PALAS | Pengadaan tiga unit mobil ambulance Tahun Anggaran 2020 lalu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Sibuhuan dilirik Kejaksaan Negeri Padang Lawas (Palas). Korps Adhyaksa ini mencium adanya dugaan tindak penyalahgunaan wewenang sampai maladministrasi saat pengadaan ambulance tersebut. 

Dan Selasa (4/5) kemarin Direktur RSUD Sibuhuan, ERD telah memenuhi panggilan jaksa. Meski sebelumnya dua kali panggilan tak kunjung datang. 

banner 336x280

Informasi yang diterima VALITO.id  baru baru ini dari jaksa yang enggan disebutkan namanya membenarkan panggilan tersebut. ERD sempat dua kali panggilan tidak datang. 
Pemanggilan terhadap direktur rumah sakit plat merah pemkab palas ini guna memenuhi pemeriksaan seputar pengadaan tiga unit mobil ambulance. Dimana pengadaannya tahun anggaran 2020, sedang barang baru lengkap pertengahan April 2021. 

Secara administrasi, pengadaan ini terkesan dimanipulasi. Sebab, selain proses yang janggal, tiga unit mobil ambulance karoseri datangnya bertahap. Itupun pada tahun anggaran berjalan berikutnya, 2021. 

Kepala Kejaksaan Negeri Sibuhuan, Teuku Herizal melalui Kasi Pidsus Jefry Andi Gultom membenarkan pemanggilan tersebut. Tiga orang selaku pemeriksa barang inisial D, bendahara inisial HS dan direktur sudah dipanggil. 
Sejauh ini masih pendalaman. Dan masih akan terus dipanggil pihak pihak terkait dalam pengadaan ini. 
“Ya, termasuk hari ini dari pihak perusahaan PT Mahakarya Jaya Sinergi, tapi sampai sekarang belum datang,” tukas Jaksa saat dikonfirmasi kemarin. 

Sebelumnya diberitakan, tahun anggaran 2020, RSUD Sibuhuan mengadakan 3 unit mobil ambulance baru. Hingga memasuki tahun 2021, unit ambulance tersebut belum ada. 
Informasi yang didapat, Kamis (21/1/2021) dari RSUD Sibuhuan, 3 unit mobil ambulance itu saat ini sedang berada di jalan. Alasan keterlambatan ambulance jenis mini bus tersebut, dikarenakan kondisi Covid. 

“Oo sedang di jalan, nanti kalau tiba akan kita informasikan. Sampai saat ini belum datang, karena covid itu,” ujar Direktur RSUD melalui KTU Irwansyah saat dikonfirmasi. 

Menurutnya, meski terlambat, tidak ada persoalan dalam pengadaan mobil ambulance ini. Dan tidak berpengaruh pada pemangkasan kegiatan pengadaan, saat refocussing. 
“Kan mobil ambulance, bukan mobil dinas, tidak ada pengaruh refocussing,” kata Irwansyah. 

Perlu diketahui, saat ini RSUD Sibuhuan total memiliki 8 unit mobil ambulance, termasuk 3 unit yang baru diadakan 2020. Dua diantaranya tidak layak pakai (kondisi rusak, red), selebihnya layak pakai. 

“Sekarang ada delapan, 2 rusak tidak layak pakai, 6 layak pakai,” tandasnya. 
Berdasarkan data di Rencana kegiatan anggaran RSUD Sibuhuan, pengadaan mobil ambulance ini berharga Rp700 juta untuk masing-masing unit. Total anggaran pengadaan ini mencapai Rp2,1 miliar untuk 3 unit.

Pewarta: Tan

Editor: Zainul Nasti 

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan