banner 728x250

Sholat sudah kau anggap sepele, apa yang kau anggap penting?

  • Bagikan
Sholat sudah kau anggap sepele, apa yang kau anggap penting?
banner 468x60

“Jika urusan sholat kau anggap sepele, lalu apa sebenarnya yang kau anggap penting ?”
Demikian sosok ulama dan cendekiawan muslim, Imam Hasan Al Basri menyairkan pesan moral bagi umat manusia.

Pepatah ini sejatinya memang sudah melegenda sejak dulu hingga sekarang, tidak sedikit orang yang tersentuh hatinya dan mulai memperbaiki kehidupannya. Mungkin diantara kita sudah pernah mendengar dan sadar akan pepatah ini, Namun penulis disini hanya ingin membangkitkan kembali nilai-nilai/makna yang terkandung dalam pepatah tersebut. Bukan maksud menggurui, Namun seyogiyanya dapat merestart ingatan kita tentang esensi kedudukan dan keutamaan sholat di dalam kehidupan umat manusia (muslim).

banner 336x280

Sholat merupakan tiang agama, esensi sholat bagi setiap umat muslim adalah perkara wajib. Kualitas keimanan seorang muslim dapat dilihat dari seberapa tekunnya ia dalam menjaga sholatnya.

Coba kita tanyakan pada pribadi kita masing-masing. Adakah urusan dunia yang lebih penting di bandingkan sholat ? Apakah harta,tahta,jabatan yang kita miliki saat ini tidak akan di tanyakan di akhirat ? jika tidak, lalu dengan apakah kita mempertanggung-jawabkan kehidupan yang telah kita pinjam ini ?

Manusia pada umumnya memang tidak bisa berdiam diri dengan selalu menghabiskan waktunya untuk beramal, hakekatnya kita adalah makhluk sosial yang tak akan terlepas dari urusan penghidupan (Dunia). Namanya hidup, Kita perlu akan sebuah “kegiatan”. Misalnya, kita perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Sudah barang tentu kita memerlukan “waktu”, Sehingga kita bisa saja disibukkan oleh urusan dunia yang sifatnya sementara ini.

Kerap kali kita lalai akan kewajiban kita sebagai umat manusia, seolah sedang memperjuangkan kehidupan yang lebih baik dengan bekerja, kita malah asik dan terseret dalam kelutnya kehidupan dunia ini hingga Kita malah sibuk bekerja dan bekerja. Nyatanya hidup memang selalu tentang berfikir bagaimana supaya dapat makan, dan bagaimana kita dapat memenuhi kebutuhan dan keperluan. Kasus-kasus seperti inilah yang membawa kita pada fase dimana kita sering merasa letih, yang kita cari selama ini ternyata belum cukup sehingga mendorong kita jauh ke dalam kesibukan dunia yang lebih memabukkan lagi.

Sahabat pembaca dimana pun anda berada, ketahuilah bahwa urusan dunia, walaupun kau kejar dengan sekuat tenaga jika allah tidak merahmati kamu maka semua juga akan sia-sia. Jika kamu beranggapan sholat adalah masalah sepele maka, apa yang lebih penting?

Di kisahkan dalam surah Al Mudatstsir ayat :38-47 tentang tanggung jawab atas perbuatan kita :

“Tiap-tiap diri bertanggungjawab atas apa yang telah diperbuatnya, kecuali golongan kanan, berada di dalam surga, mereka tanya-menanya, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam neraka Saqar?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian”.” (QS. Al Mudatstsir)

Sahabatku yang sedang berjuang untuk penghidupan yang lebih baik, yang sedang berada di fase menunggu dan merengkuh dalam ketidakpastian, yang sedang sibuk memperbaiki masa depan untuk kehidupan yang abadi. Ketauhilah bahwa hakekat hidup di dunia ini hanyalah sementara. Bukankah jika kamu meninggal yang pertama kali di pertanyakan adalah sholatmu, berapa upah kerja yang kau dapatkan sehingga kau berani meninggalkan sholat ?

Sekali lagi penulis tidak bermaksud menggurui, Namun mari kita merenung sejenak, memikirkan tentang bagaimana nasib kita di dalam dunia fana ini, jika kita hanya sibuk mengutamakan kehidupan dunia, lalu bagaimana nasib kita setelah dunia kita berhenti, ataukah kita akan tetap abadi ?
Kapan keinginanmu duniamu selesai, sementara kematian terus mengintai ?

Rasullulah sahallahu’alaihi wasalam bersabda: ‘sesungguhnya hal yang paling pertama kali di hisab pada seorang hamba di hari kiamat adalah sholatnya.maka jika shalatnya baik maka dia akan beruntung dan berhasil dan jika sholatnya rusak maka dia gagal dan rugi. jika shlatnya sedikit dari sholat wajibnya,maka allah ta’ala berfirman, lihatlah apakah hambaku memiliki shalat sunnah, maka sempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya.(HR.Tirmidzi no.413 Dan An nasa’i no.466)

Nah, mari kita kembali pada kata kunci solusi yang sebenarnya sudah saya sebutkan diatas. Jika anda menyimak tulisan ini, sudah barang tentu anda tahu solusi apa yang dapat kita lakukan. Menurut survei saya (penulis), bahwa alasan mengapa kita kerap kali lalai dalam mengerjakan kewajiban sholat adalah kita terlalu sibuk mengurusi dunia ini, kita bekerja pagi-sore bahkan hingga malam kita masih saja menggunakan waktu yang kita miliki untuk bekerja dan berfikir keras. Tak heran manusia jaman sekarang banyak yang mengalami tekanan-tekanan dalam hidupnya.

Sebernarnya yang paling kita perlukan adalah meriset kembali managemen waktu kita. Antara waktu dan prioritas kehidupan serta hal apa yang harus lebih dulu kita laksanakan, tentunya tanpa melupakan kewajiban kita sebagai umat manusia yang bertuhan.

Kapan-kah keinginan duniamu selesai sementara kematian terus mengintai, Lalu
Jika masih saja sibuk bekerja dan mementingkan kehidupan dunia, siapakah yang menjamin anda akan terus hidup dan bahagia abadi ?

Jika posisi kita sebagai manusia yang harus memperjuangkan kehidupan serta sebagai mahkluk pelayan tuhan, mulailah mengatur waktu anda dalam kepentingan keduanya, antara kesibukan dunia dan kewajiban untuk melaksanakan ibadah yang sebenarnya tidak selalu berlawanan.

Mari merenung sejenak, Secara formalitas kita sebenarnya memiliki porsi waktu yang cukup, misalnya ada 168 jam dalam seminggu : 40 jam bisa kita gunakan untuk bekerja, 56 jam untuk tidur, 42 jam untuk Isoma (istirahat, sholat, makan) Dan masih sisa 30 jam, waktu yang cukup untuk berleha-leha, meraih impian dan ambisi anda, bukan.

Lalu apa sebenarnya yang membuat kita lalai dan terpaksa meninggalkan sholat ?

Penulis : Anju Sinaga

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan