banner 728x250

Sering kelaparan, pasangan lansia miskin asal Labuhanbatu ini hanya dapat bantuan 150.000 perbulan

  • Bagikan
Lansia asal Labuhanbatu ketika di temui awak media.
banner 468x60

VALITO.ID | LABUHANBATU | Pasangan suami istri Ahmad Dauli Hasibuan (61) dan Nurimawan Pohon (51) warga Desa Tanjung Siram, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu ini lebih sering menahan lapar akibat kekurangan bahan makanan yang harus di makan.

Di ceritakannya, bahwa pria yang sejak kecil itusudah mengalami gangguan penglihatan (buta total). Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Uli menjadi tukang kusuk panggilan sedangkan istrinya kerja serabutan.

banner 336x280

“Saya tukang kusuk, kalau istri saya kerja apapun yang penting bisa dapat makan,” ujarnya, Kamis (21/5).

Adalah rumah tua berukuran 3 x 3 tersebut, menjadi tempat naungan mereka, kondisinya sangat memprihatinkan, ruang tamu tidak ada, yang terlihat hanya kursi atau tikar sebagai tempat duduk.

Terlihat juga ruangan itu berantakan dan ada sebuah tabung gas serta kompor gas. Selain itu, ada peralatan untuk memasak yang sudah jauh dari baik keadaanya.

Di sisi kanan ada sebuah kamar kecil yang di pakai kedua pasangan suami istri itu untuk beristirahat tanpa ada tilam. Ruang tidur itu hanya beralasan papan yang tersusun tidak beraturan.

“Ini lah kalau hujan takut kami, uda bocor, tapi mau bagaimana lagi,” katanya seraya tertawa lirih.

Harapan kedua pasangan suami istri yang tidak di karunia anak tersebut sangat tergantung dari bantuan orang termasuk bantuan PKH dari pemerintah perbulannya. Dana bantuan itu untuk di pergunakan membeli kebutuhan makan.

“Sebenarnya dapat 160 ribu tapi kata pendamping desa 10 ribu di potong ,setiap menerima jadi 150,” bebernya polos.

Kepala Desa Tanjung, Siram Riskon Hasibuan ketika di konfirmasi via seluler terkait adanya warga yang bernama Ahmad Dauli Hasibuan sangat membutuh bantuan lainnnya, meskipun sudah mendapat program bantuan PKH.

Riskon membenarkan, bahwa Dauli adalah warganya dan juga susah terdaftar sebagai penerima PKH yang setiap bulannya mendapat Rp 150.000.

“Di karenakan sudah mendapat, Dauli tidak bisa mendapat bantuan lain termasuk bantuan Rp 600.000,” jelas Kades, Riskon Hasibuan.

Diketahui, bahwa beberapa bantuan yang di programkan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu antara lain Baznas, paket pasar murah, tapi mengherankan Dauli tidak tersentuh, padahal kediamannya tepat bersebelahan dengan Kantor Kepala Desa.

Riskon tetap berargumen, bahwa bila sudah mendapat bantuan PKH tidak bisa mendapat lagi dan di alihkan ke warga lain. Namun Riskon berjanji akan mengeluarkan surat miskin seperti yang akan di ajukan ke Baznas oleh rekan media agar dapat bantuan perbulan sebagai tambahan dari program PKH yang telah ada.(Zainul Hsb)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan