banner 728x250

Rumah Makan Holat di Rantauprapat ini bayar pajak hanya Rp 13.000 perhari

  • Bagikan
Arzan Priadi Ritonga Ketua Komisi C DPRD Labuhanbatu saat di konfirmasi terkait penerimaan dari sektor pajak.(Foto: Rico/ZH/valito.id)
banner 468x60

RANTAUPRAPAT | Rumah Makan milik oknum Anggota DPRD Labuhanbatu bayar pajak rumah makan hanya Rp 13.000,- perhari bila di bagi pembayaran perbulan sebesar Rp 400.000,-. Sehingga terkesan adanya kejanggalan yang terlihat, bila di lihat dari sisi pengunjung yang datang setiap harinya di rumah makan Holat Afifa. Pembayar pajak perharinya Rp 13.000,- di dapat dari penyetoran pajak perbulan. Bila di akumulasikan ke pembelian konsumen yakni Rp. 130.000, harga makan yang terjual perharinya tercatat sebagai pembayaran pajak rumah makan dan restoran Holat Afifa.

Plt Kadis Bapenda Labuhanbatu, Muslih SH juga membenarkan tentang besaran pembayaran pajak rumah makan dan restoran sebesar sepuluh persen. Dan untuk rumah makan Holat Afifa perlu di kaji lagi agar pembayaran pajak bisa lebih baik.
“Itulah kondisinya, sebulan empat ratus ribu, dan ini akan di kaji lagi,” ujar Plt Kadis Bapenda sesaat akan meninggalkan gedung dewan, Senin (01/03/2021).

banner 336x280

Kondisi tersebut sudah berlangsung lama dan hingga hari ini masih tetap berjalan seperti keterangan petugas penerima pajak rumah makan dan restoran Dinas Pendapatan Daerah sewaktu menjelaskan tentang pembayaran pajak rumah makan dan restoran Afifa.

Arzan Priadi Ritonga, Ketua Komisi C DPRD Labuhanbatu saat di konfirmasi mengenai adanya keanehan terkait pembayaran pajak Rumah makan dan Restoran Afifa milik oknum anggota dewan berinisal R bahwa penerimaan pajak yang masuk ke kas daerah daerah nominal sangat jauh berbanding omzet setiap harinya berkisar sepuluh juta rupiah.

Dikatakannya, bahwa permasalahan pengutipan pajak yang bersumber dari rumah makan dan restoran. Sebelumnya sudah pernah di bahas, tetapi mengenai infomasi besaran yang disetorkan ke kas daerah melalui bagian penerimaan pajak perlu di lihat prosesnya terlebih dahulu agar tau bagaimana cara perhitungan nya.

“Ok bang terima kasih infonya, ini lagi rapat, biar ku tanyakan masalah ini,” pungkasnya mohon pamit.

Usai rapat beberapa usulan, di sampaikan Arzan kepada Kadis Bapenda dan juga Kaban Keuangan agar melakukan terobosan agar dapat mengoptimalkan penerimaan pajak termasuk galian C.

“Dimana seperti kita ketahui beberapa waktu lalu (2018) ada kegiatan proyek nasional pembangunan rel kereta api.Tetapi dari sektor pajak tanah urug di duga tidak sesuai hasil yang di setorkan ke kas daerah. Saya usul agar di buat portal di pintu keluar galian dan bisa dengan mudah mengawasi aktifitas tanah yang keluar,” pungkasnya seusai rapat.

Pewarta: Rico/Zainul Has
Editor: Zainul Nasti

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan