banner 728x250

Proyek berskala nasional belum dongkrak PAD Labuhanbatu

  • Bagikan
banner 468x60

VALITO.ID | LABUHANBATU | Adanya pelaksanaan proyek nasional pembuatan rel kereta api Rantauprapat – Kota Pinang sepanjang 33 Km belum secara signifikan mendongrak Pandapatan Asli Daerah ( PAD) dari retribusi tanah urug.

Hal itu dikatakan pemerhati pembangunan Labuhanbatu, Nelson Manalu saat ditanya manfaat pembangunan rel kereta yang notabanenya merupakan keuntungan bagi daerah tetapi dalam penerimaan retribusi sangat jauh dari harapan.

banner 336x280

“Semestinya Pemkab tanggap dengan melakukan pengawasan untuk menambah PAD dari tanah urug, bukan hanya melihat manfaat rel kereta setelah beroperasi, satu kubik, Rp 3,750,” tuturnya, Senin, (8/6).

Sebelumnya juga Mat Noor Ritonga, Anggota DPRD Dari Fraksi PAN beberapa waktu lalu juga membenarkan, bahwa proyek nasional pembangunan rel kereta api yang memakai bahan tanah galian belum memberikan tambahan PAD dari pajak galian bila melihat kubikasi yang di butuhkan pembuatan rel sepanjang 33 Km.

“Kami meminta secara rinci hitungan PAD dari galian itu, namun belum ada data dari Dinas Pendapatan,” ucapnya usai rapat pansus LKPJ di kisaran bulan Mei lalu.

Namun, Mat Noor berjanji akan memberikan keterangan lanjutan bila sudah menerima data pembanding dari Dinas terkait.

Sementara itu, Muslih Sekretaris Badan Pendapatan Daerah mengatakam, bahwa besaran kubiksasi itu di atas satu juta kubik dan sebagai tambahan bahwa proses penimbunan untuk rel ada beberapa bahan tanah timbun, pasir, dan kerikil.

“Berapa kubik, coba lebih jelas temui bendahara penerimaan semua setoran pajak ada sama mereka,” ujar Muslih.

Dari data yang di peroleh untuk semua RPK tahun 2019 tercatat beberapa item. Pajak yakni, tanah urug, batu, pasir, serta sirtu dihitung berdasarkan volume meter kubik.
Namun, tidak hitungan berapa besar hasil pajak yang di kutip dari proyek nasional tersebut karena dari Dinas Pendapatan tidak melampirkan data serta kwitansi pajak.

Sementara menurut Kepala Dinas Pendapatan, Tomi Harahap mengatakan bahwa pihaknya sudah beberapa kali meminta RAB dari PT Kereta Api tetapi tidak pernah di berikan. Sehingga target PAD belum teralisasi sesuai taget.

“PT Kereta api belum memberikan RAB sehingga pengutipan pajak tidak tercapai, berapa sebenarnya yang telah di setorkan pihak rekanan,” tukasnya di hari yang sama.

Pewarta: Zainul Hasibuan
Editor: Arif

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan