Pemkab Labuhanbatu masih berhutang dana Askesda sama RSU Rantauprapat 4,2 Milyar

  • Bagikan
Gedung Rumah Sakit Umum Rantauprapat. (Foto: Zainul/Istimewa/valito.id)
banner 468x60

VALITO.ID | LABUHANBATU | Adanya tunggakan Pemkab Labuhanbatu kepada RSU Rantauprapat sebesar 4,2 Milyar dari tagihan program Askesda tahun 2019. Sedangkan pelaksanaan Askesda tersebut bila di rujuk pelaksanaannya sudah berjalan dan pertanggungjawabnya sudah di sahkan melalui LKPJ Bupati Tahun 2019.

Sekretaris Daerah Labuhanbatu, Ahmad Muflih SH, MAP yang juga selaku Dewan Pengawas BLUD Rumah Sakit Umum Rantauparapat, saat di konfirmasi Senin (27/7/2020) terkait hutang kepada Rumah Sakit Umum mengenai penyebab dan kapan waktu untuk membayar hutang 4,2 Milyar itu yang saat ini di ketahui tahun anggaran sudah berakhir. Dikatakannya bahwa hutang akan di bayarkan nantinya setelah di bawakan di P APBD 2020.

banner 336x280

Namun untuk lebih jelasnya coba koordinasi dengan bagian keuangan termasuk berapa anggaran dana Askesda tahun 2019. Kita akan bayar hutang itu, nanti di masukan ke PAPBD, dan lebih jelasnya, tanyakan ke pak Indra Sila berapa pagu anggaran Askesda 2019, terangnya.

Program Askesda (Asuransi Kesehatan Daerah) yang di canangkan pada APBD 2019 sudah berjalan dan masih meninggalkan persoalan bagi RSU Rantauprapat sebagai pelayanan kesehatan bagi warga yang menggunakan jasa askesda.

Jaminan Askesda yang di gunakan warga dalam mendapatkan pelayanan adalah gratis dan mengenai pembiayaan di tanggung oleh Pemerintah Daerah. Segala kebutuhan obat, rawat inap yang berlangsung selama tahap perobatan.

Diketahui, pihak rumah sakit mengajukan klaim pembayaran melalui Bendahara Umum Daerah dan hingga kini masih ada tunggakan yang belum di selesaikan. Hal
itu di katakan Dr Safril Direktur Rumah Sakit hati pada Rabu, (22 /7/2020) saat di konfirmasi tentang program Askesda Tahun 2019.

Mengenai dana tersebut kapan akan dibayarkan hingga kini belum ada pengajuan dari pihak RSU.

Masih ada tunggakan yang belum di setor Pemkab, sekitar 4.2 milyar, ucap Direktur mengutip ucapan Wakil Direktur, Sopar Sitorus yang juga turut di konfirmasi di ruang rapat Direktur Rumah Sakit.

Sejauh ini pihak RSU tetap menerima pasien Askesda bila ada rujukan dari Puskemas. Mengenai tunggakkan lain terkait dana BPJS yang juga belum di selesaikan, tambah dr Safril.

Dilanjutkan dr Safril, jika masalah BPJS masih dalam proses dan sifatnya hanya melengkapi administrasi agar pihak BPJS bisa membayar klaim yang tertunggak. Tunggakan dari BPJS untuk pembayar Tahun 2019 dan sekarang sudah tahun 2020 Pelayanan pasien BPJS masih tetap di lakukan pihak RSU.

Iya untuk klaim pembayaran Tahun 2019 BPJS juga masih menunggak sekitar 24.2 Milyar, tetapi akan tetap mereka bayar, kita menyiapkan tagihan dam admintrasinya, terangnya.

Dokter ahli bedah tersebut secara terbuka mengakui beberapa masalah yang menjadi persoalan lain di Rumah Sakit Umum Rantauparapat. Untuk pengelolaan RSU dana Askesda dan BPJS juga menjadi modal untuk menjalankan roda kegiatan RSU.

Dikatakan dr Safril, besaran tunggakan Askesda dan BPJS terhadap RSU, apakah mempengaruhi kegiatan pelayanan di RSU. Untuk masalah kebutuhan dana dan danya tunggakan, beliau mengakui memang membutuhkan dana tersebut agar terealisasi. Tetapi secara terperinci Safril tidak menjawab dan mengalihkan ke tofik pembicaraan lain.

Iya memang, keuntungan RSU didapat dari pelayan termasuk Askesda dan BPJS, ucapnya ringan.

Pewarta : Zainul 

Editor : Arif

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan