Pemkab Labuhanbatu hutang 5.7 Milyar ke RSU Rantauprapat, DPRD Labuhanbatu : Pembayarannya harus transparan

  • Bagikan
banner 468x60

LABUHANBATU (VALITO.id) | Adanya tunggakan hutang Rp 5,7 Milyar Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu kepada RSUD Rantauprapat harus di kaji dan dapat di ketahui masyarakat secara luas. Pembayaran tunggakan itu berasal dari pelayanan Asuransi Kesehatan Daerah di mana sumber dananya dari APBD.

Hal tersebut dikatakan Ponimin, anggota DPRD beberapa waktu lalu mengatakan bahwa hutang itu akanbsegera dibayarkan setelah adanya permohonan yang di ajukan RSUD. Itu juga di benarkan Indra sila seusai rapat (7/7/2021).

banner 336x280

Menurut Indra waktu itu untuk pembayaran jasa pelayanan Kesehatan sesuai surat pengajuan ke BPKAD, Namun belakangan di ketahuin bahwa dana Rp 5,7 milyar termasuk pembayaran hutangbobat kepadan Kimia Farma selaku pemasok obat -obatan di RSUD.

Klaim yang di ajukan untuk tagihan pembayaran jasa medis, 5,7 dan infonya di gunakan juga untuk membayar hutang obat, katanya seraya menyampaikan untuk lebih ditaelnya kepihak RSU saja.

Pembayaran Hutang Pemkab Ke RSU Rantauprapat Harus Transparan
Adanya tunggakan hutang Rp 5,7 Milyar Pemerintah Kabupaten. Labuhanbatu kepada RSUD Rantauprapat harus di kaji dan dapat di ketahui masyarakat secara luas. Pembayaran tunggakan itu berasal dari pelayanan Asuransi Kesehatan Daerah di mana sumber dananya dari APBD.

Dari investigasi VALITO.id, bahwa ada surat edaran bupati Labuhanbatu di Tanda tangani H. Andi Suhaimi Dalimunthe bahwa sejak 17 Februari 2019 bahwa Askesda sudah tidak berlaku lagi dan surat itu di tujukan kepada RSUD Rantauprapat tertanggal 28 Februari 2019. Sementara pembayaran hutang tersebut di tagih sejak bulan Mei 2019 sampai 2020.

Surat edaran itu dulu sebelumnya di tempel di b ef berapa tempat sebagai pemberitahuan kepada masyarakat miskin bahwa Askesda sudah tidak berlaku lagi.(Rico) 

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan