banner 728x250

Kontroversi banjir bandang, Pembukaan lahan baru di Sianggunan jadi sorotan

  • Bagikan
Teks foto: Banjir beberapa waktu lalu menghanyutkan gelondongan kayu dari Sosopan, rusak fasilitas umum, rumah, dan lahan pertanian. (Tan)
banner 468x60

PALAS | 400 hektar lahan baru akan dibuka di Desa Sianggunan Kecamatan Sosopan. Ada 105 KK yang akan mendapat masing-masing 2 hektar. 
Dengan pola bapak angkat, pembukaan lahan baru ini direncanakan ditanami kopi hibryda. Lewat CV Mutiara Batang Toru sebagai bapak angkat. 
Belakangan muncul kontroversi. Banjir bandang yang mangakibatkan bangunan rusak, rumah hanyut, lahan pertanian gagal panen, diakibatkan banjir kiriman dari hulu ke hilir. 

Banyak yang berduka saat banjir bandang itu. Maraknya penebangan liar di daerah Sosopan jadi pembahasan. 
Sosopan yang merupakan hulu langsung jadi sorotan. Itu dilihat dari banyaknya gelondongan kayu yang hanyut. 

banner 336x280

Terutama pada pembukaan lahan baru di desa tersebut. Langkah pembukaan lahan baru itu jadi polemik. 
izinnya masih berproses. Namun bukaan jalan menuju lokasi 400 hektar lahan sasaran sejak 2017 sudah dimulai. 

Kayu sepanjang jalan bukaan ditebang dan diolah. Bahkan alat berat masuk dengan dalih bukaan jalan baru tadi. 
Lahan bukaan baru ini diklaim sebagai zona putih. Berbatasan langsung dengan wilayah hutan suaka marga satwa yang dilindungi. 

Klaim zona putih yang selanjutnya disebut Areal Penggunaan Lain (APL) itu diperkuat dengan surat yang dikeluarkan kementerian lingkungan hidup dan kehutanan direktorat jenderal konservasi sumber daya alam dan ekosistem, melalui balai besar konservasi sumber daya alam sumatera utara pada 08 Februari 2021 lalu. Disebutkan lahan itu putih yang berbatasan langsung dengan kawasan pelestarian alam suaka margasatwa barumun. 

“Belum mulai, baru membuka jalan menuju lokasi. Jadi banyak yang salah sangka, kayu-kayu yang ditebangi itu milik warga yang berada sepanjang kiri kana jalan (bukaan) itu. Kalau ijinnya masih proses. Ini sudah lama kita rencanakan sejak 2017 lalu,” kata Kepala Desa Sianggunan M Raja Sahnan Nasution. 

Pemeriksaan Polres Palas terhadap kepala desa pun sudah dilakukan. Sejauh ini tidak ditemukan unsur pidana didalamnya. 
Terkait kayu yang ditebang, Kapolsek Sosopan AKP, Sahrin Batubara menyebutkan jenis kayu yang diperbolehkan ditebang. Seperti torop, pohon durian dari 11 jenis kayu yang diperbolehkan. 
“Itu kayu torop, dan seperti durian. Ada sebelas jenis kayu itu yang diperbolehkan. Dan kayu itu berada disepanjang jalan menuju lokasi,” jelas Kapolsek. 

Sempat dilirik anggota DPRD Kabupaten Palas

Pembukaan lahan baru ini sempat dilirik salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Palas Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Peluang investasi itu memaksa satu-satunya dewan perwakilan perempuan ini turun ke Sosopan tahun 2020 lalu, untuk membantu abangnya mencek lokasi. 

Diakui dewan dari dapil V ini, dokumen pembukaan lahan baru itu sudah lengkap. Dan merupakan zona putih. 
Belakangan mundur, dikarenakan persengketaan lahan di Kabupaten Palas tinggi. 

“Memang abang saya yang di Banten hendak bekerja sama dengan CV Mutiara Batang Toru ini. Disuruh saya, ya udah saya coba cek dulu ke Sosopan. Kalau dokumennya saya lihat lengkap, bahkan sampai hitungan kayunya berapa, ada. Tapi saya lihat tingginya persoalan lahan di kita ini, makanya nggak jadi, mundur. Hanya sebatas membantu abang saya itu, makanya saya sempat turun ke sosopan,” terang Jenti Mutiara Napitupulu, anggota DPRD Palas fraksi PDI Perjuangan. 

Rencana pembukaan lahan perkebunan inti rakyat ini awalnya tidak diketahui Camat Sosopan, Maralohot Siregar. Begitu ada sorotan, pusat perhatian tertuju pada desa Sianggunan. 
“Nggak ada orang itu datang sama saya, masalah izinnya pun saya tidak tahu. Tapi memang sempat datang anggota DPRD itu, katanya mau pembukaan lahan, tapi itu kan kawasan saya bilang. Katanya itu putih, hanya sebatas itu,” sebut Maralohot. 

Randy Pratama Kuswanto, selaku direktur CV Mutiara Batang Toru yang dihubungi Wartawan, Kamis (8/4) mengaku ijin pembukaan lahan untuk masyarakat itu sedang dalam proses. Termasuk ijin pengolahan kayu didalamnya. 

Memang, sejauh ini pihak CV Mutiara Batang Toru belum ada berkoordinasi dengan Pemda Palas. Pihaknya akan menyurati pemda, saat ijin sudah keluar nanti. Terkait pengolahan kayu sepanjang jalan bukaan, Randi mengaku, bahwa kayu tersebut merupakan kayu jenis sukun (torop). Yang bekerja sama dengan CV Mulia di Kisaran sebagai penampung kayu. 
“Kayunya kita buang ke Kisaran yang ditampung CV Mulia. Masalah ijinnya kita masih proses, nanti kalau sudah keluar kita akan koordinasi dengan pemda langkah apa untuk selanjutnya,” papar Randy. 

Untuk tahap awal ini, ditargetkan berkisar 160 hektar sebagai uji coba. Sementara untuk dampaknya nanti, mengingat banjir bandang yang menghanyutkan gelondongan kayu, Randy mengaku siap bertanggung jawab. 
“Itu bukan kita, tidak ada kaitannya dengan kita. Amdal dan lingkungannya sedang dalam proses. Niat kita untuk kesejahteraan masyarakat,” ketusnya.

Pewarta: Tan
Editor: Zainul Nasti

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan