banner 728x250

Pembayaran hutang Pemkab Labuhanbatu ke RSU Rantauprapat harus transparan

  • Bagikan
banner 468x60

LABUHANBATU (VALITO.id) | Adanya tunggakan hutang Rp 5,7 Milyar Pemerintah Kabupaten. Labuhanbatu kepada RSUD Rantauprapat harus di kaji dan dapat di ketahui masyarakat secara luas. Pembayaran tunggakan itu berasal dari pelayanan Asuransi Kesehatan Daerah di mana sumber dananya dari APBD.

Hal itu dikatakan Ponimin, anggota DPRD beberapa waktu lalu mengatakan bahwa hutang itu akanbsegera dibayarkan setelah adanya permohonan yang di ajukan RSUD. Itu juga di benarkan Indra sila seusai rapat (7/7/2021) .

banner 336x280

Menurut Indra waktu itu untuk pembayaran jasa pelayanan Kesehatan sesuai surat pengajuan ke BPKAD, Namun belakangan di ketahuin bahwa dana Rp 5,7 termasuk pembayaran hutangbobat kepadan Kimia Farma selaku pemasok obat -obatan di RSUD.

“Klim yang di ajukan untuk tagihan pembayaran jasa medis, 5,7 dan infonya di gunakan juga unuk membayar hutang obat,” katanya seraya menyampaikan untuk lebih detailnya kepihak RSU saja.

“Betul ada kebijakan dari keppres tentang itu, makanya kami menganggarkan dana untuk penambahan anggota BPJS tahun 2019 sebanyak 12000 dam tahun 2020 sebanyak 1200 orang lagi,” terangnya dan menambah dalam rapat kemaren pihak pemkab belum bisa menunjukan data itu.

Pembayaran hutang 5,7 7Milyar yang telah di bayarkan Pemkab juga dibenarkan oleh M Yusuf Siagian Sekretaris Daerah namun tidak menjamin bahwa dengan adanya pembayaran hutang tersebut warga pengguna jasa Askesda akan terlayani sewaktu berobat ke RSU seperti mendapat obat gratis sedia kala seperti dulu.

“Ya kita sudah bayar ke rumah sakit, itu tunggakan tahun lalu, ” Ucap sekda di hari yang sama pembayaran itu apakah terkait dengam Askesda dan askesda sudah tidak boleh sesuaai peraturan, Sekda bersikukuh bahwa pembayaran itu merupakan tunggakan saja. Kalaupun warag mau berobat ke RSU tetap melalui BPJS. Berobat melalui BLJS karena dana BPJS bersumber dari tiga anggaran, Pusat, Provinsi dan Daaerah,” tukasnya tanda menjawab bahwa tunggakan pembayaran adalah untuk menutupi hutang Askesda.

Indra sila selalu Kepala Badan Pengelolalan Keuangan Dan Aset Daerah juga membenarkan pemkab sudah membayar tunggakan hutang ke RSU Rantauprapat sebesar 5,7 Milyar yang merupakan pembayaran jasa medis.

“Sudah kita bayar 5,7 ke RSU, itu hutang jasa medis, ” ucapnya singkatnya Sebelum meninggalkan gedung dewan seusai rapat Badan Anggaran.

Sedangkan dua petinggi RSU Rantauprapat dr Safril Harahap Direktur dan Sofar Sitorus selaku wakil Direktur mengakui telah menerima pembayaran hutang dari pemkab dan tidak ada mengatakan bahwa persoalan bagi warga yang berobat melalui jalur BPJS masih berlaku dan tidak di bebankan untuk membeli obat sendiri.(Rico) 

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan