Melestarikan Pedagang kecil di Kabupaten Labuhanbatu Selatan

  • Bagikan
banner 468x60

Oleh Imam Taufik Harahap

VALITO.ID | Dunia usaha atau bahasa elegan disebut bisnis merupakan sumber pendapatan yang menjanjikan. Tidak bisa dipungkiri bahwa orang-orang berlomba ingin berbisnis. Baik dalam bentuk jasa dan lain sebagainya. Semenjak memasuki masa millenium perkembangan bisnis di Indonesia terbilang cukup maju. Kompetisi berbisnis saat ini harus berani berkreasi dan berinovasi, jika tidak kemungkinan besar kegagalan akan terjadi. Seperti omzet tidak akan dapat maksimal dan bisa juga tumpur (failit).  Dunia pebisnis sudah memasuki fase dimana pebisnis harus mempelajari peluang serta harus mengerti manajemen yang tepat dalam menjalankan bisnis.  Saat ini ada beberapa model atau sistem terbaru yang sering digunakan untuk memulai bisnis. Sistem waralaba, sistem ini adalah menunjung tinggi bentuk kerjasama dengan mamakai prinsip kemitraan. Misalnya; saat ini kita melihat warung makanan yang memiliki outlet penjualannya di beberapa tempat di kabupaten Labuhanbatu Selatan, kita sebut saja Minimarket Modren. Sistem seperti ini merebak di Kotapinang. Serta ada juga usaha yang berdiri sendiri, artinya; mandiri mengelola bisnis. contohnya Pedagang kecil, kedai-kedai dipinggir jalan atau kios. Ini juga merupakan bentuk usaha yang tidak boleh dianggap sebelah mata.

banner 336x280

Minimarket Modren dan pedangan kecil  keduanya adalah dunia usaha yang bisa menghidupi banyak orang. Oleh karena itu tidak ada pihak manapun yang membedekan kedua usaha tersebut. Meskipun kita melihat keduanya memiliki perbedaan. Akan tetapi di dalam perbedaan tersebut tersimpan kelebihan masing-masing. Di Kecamatan Kotapinang sudah berdiri lebih kurang sepuluh gerai minimarket modern yang tersebar ditempat-tempat tertentu. Minimarket Modern sebuah inovasi dalam dunia usaha, dimana sebuah tempat perbelanjaan yang tidak terlalu besar akan tetapi menyajikan kebutuhan yang sering digunakan konsumen dengan berbagai kelebihan, seperti berbelanja dengan nyaman layaknya di pusat perbelanjaan besar, tersedia daftar harga, tempatnya tidak kotor dan dilayani dengan ramah serta ketersediaan barang nyaris lengkap. Akan tetapi jika berbelaja di pedagang kecil juga memiliki kelebihan, diantaranya. Bisa memesan terlebih dahulu, menghutang, atau pun tawar-menawar jika sudah berlangganan. hal itu bisa saja dilakukan apabila pihak pembeli dan penjual setuju.

Keberadaan Minimarket Modern di Kotapinang tidak serta merta diberikan kebebasan. Sebab dengan adanya Minimarket modern yang tersebar di beberapa titik sangat mengurangi pendapatan bagi pedagang kecil. Suatu waktu penulis membeli di sebuah warung kios yang berada di depan pengisian bahan bakar minyak di Blok IX,  dua minggu kemudian penulis mengulangi membeli di warung tersebut. Akan tetapi warung tersebut sudah tidak berjualan lagi. Penulis menemui penjual warung tersebut lantas bertanya, mengapa tutup?. Si pemilik warung menjawab, karena di areal tempat pengisian bahan bakar minyak tersebut sudah berdiri Minimarket Modern. Ditambahnya lagi minimarket tersebut membuka toko menjelang pagi hari.

Berbagai dampak ekonomi sudah terlihat akibat keberadaan Minimarket modern tersebut. Padahal Minimarket Modern baru berdiri sekitar tiga tahun belakangan ini. Tempat yang mempesona menarik minat konsumen untuk berbelanja di minimarket tersebut. Berdasarkan sepenggal pengalaman penulis diatas kita bisa akui bahwa Kebaradaan Minimarket Modern sudah memutus mata rantai kehidupan. Di hari-hari biasa saja kita pun mengetahui bahwa belum adanya Minimarket Modern keutungan sebahagian pedangan kecil tidak memenuhi target, apalagi saat Minimarket Modern sudah berdiri. Mengingat pedagang kecil yang menjamur di Kotapinang ini sudah seharusnya mendapat penyegaran dalam membuka usaha.   

Di kotapinang terdapat dua buah gerai Minimarket Modern yang saling berdekatan. Duah buah Minimarket Modren itu tidak pantas saling berdekatan. Sebab jelas akan mengganggu perekonomian pedagang kecil. Jika merujuk kepada Peraturan Pemerintah Keberadaan lokasi duah buah minakarket modern tersebut sudah menyalahi aturan. Adapun Minimarket Modern dalam Peraturan Perundang-Undangan termasuk dalam pengertian “Toko Modern”. Sedangkan toko modern diatur dalam Peraturan Presiden No 112 tahun 20017 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Dalam Pasal 1 angka 5 Peraturan Presiden No 122 tahun 2007 tentang tentang Penataan dan pembinaan pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern berbunyi, “ Toko dengan sistem pelayanan mandiri, menjual berbagi jenis barang secara eceran yang berbentuk Minimarket, Supermarket, Department Store, Hypermarket ataupun grosir yang berbentuk perkulakan”, kemudian dilanjutkan dengan pasal beriktunya, pasal 4 berbunyi“ Setiap Toko modern wajib memperhitungkan kondisi sosial ekonomi masayarakat sekitar serta jarak antara toko modern dengan pasar tradisional.

Duah buah gerai Minimarket Modern yang berada di seputaran simpang tiga bukit Kotapinang jika mengacu pada pasal 4 Peraturan Presiden No 112 tahun 2007 tentang tentang Penataan dan pembinaan pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern sudah melanggar hukum. Sebab keberadaan dua buah gerai minimarket tersebut sangat berdekatan. Sedangakan pada pasal 4 itu dijelaskan bahwasanya keberadaan minimarket tersebut harus memperhitungkan kondisi ekonomis masyarakat. Tentu keberadaan dua buah gerai minimarket yang saling berdekatan tersebut mempengaruhi omset mereka. Jika sudah terbukti demikian sudah sepantasnya pihak pemerintah kabupaten Labuhanbatu selatan menindak duah buah minimarket tersebut, bila perlua salah satu dari minimarket tersebu dicabut izin buka usahanya. Sehingga omzet pedangan kecil yang berada disekitar Simpang Tiga tersebut meningkat. 

Selain melanggar Peraturan Presiden No 122 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko modern, juga melanggar Peraturan menteri Perdagangan Republik Indonesi No 70 tahun 2013 Tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Di dalam Ayat 1 pasal 3 dijelaskan Jumlah pasar Tradisional, Pusat perbelanjaan dan Toko Modern, serta jarak antara pusat perbelanjaan dan Toko Modern dengan Pasar Tradisional atau Toko Eceran tradisional ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.  Sedangkan dalam Ayat 2  dijelaskan pemerintah Derah setempat dalam menetepkan jumlah serta jarak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mempertimbangkan; tingkat kepadatan dan jumlah pertumbuhan penduduk dimasing-masing daerah sesuai data sensus Bada Pusat Statistik (BPS) tahun terakhir, potensi ekonomi daerah setempat, aksebilitas wilayah (arus lalu lintas), dukungan keamanan dan ketersediaan infrastruktur, perkembangan permukiman baru, pola kehidupan masyarakat setempat dan/atau jam kerja Toko Modern yang sinergi tidak mematikan usaha toko eceren tradisional sekitarnya.

Seyognyanya Pemerintah Daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Minimarket, tradisional dan Supermarket tersebut. Dari Website Kabupaten Labuhanbatu selatan tidak terdapat satu pun Peraturan daerah. Ini menjadi penyebab maraknya minimarkat modern di kabupaten Labuhanabatu Selatan. Dalam Peraturan Menteri Perdagangan di atas bahwasanya pemerintah Daerah diberikan wewenang untuk mengurus masalah Minimarket, Pasar tradisional DLL.

Pendirian Minimarket Modern di Kotapinang sebagai ibukota Kabupaten Labuhanbatu Selatan seharusnya mendapatkan pengawalan ketat dari pihak pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Baik dari seluruh aspek yang meliputi syarat dari pendirian tersebut. Misalnya, dengan pengurusan izin, letak, serta dari aspek lainnya. Sehingga kedepannya Minimarket tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Tidak adil rasanya jika Minimarket modern diberikan izin pendiriannya. Tetapi Supermarket atau pusat Perbelanjaan yang bisa menampung banyak orang harus direalisasikan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan ini. Supermarket atau mall yang berada di Kab. Labuhanbatu Selatan akan mamberikan peningkatan pendatapan daerah tersebut dalam bentuk pajak, karena adanya aktivitas ekonomi. Adapun aktivitas ekonomi bukan hal yang bisa dispelekan. Karena faktor penggerak  transaksi kaum urban yang datang ke supermarket atau mall sudah tentu didominasi kalangan menengah ke atas.  Ini terutama untuk mendongkrak pendatapan asli daerah.

Meningkatnya jumlah orang kaya di Kabupaten Labuhnabatu Selatan ini mendongkrak manusia untuk berbelanja. Setiap pendirian supermarket atau mall berarti penyerapan tenaga kerja baru. Terbuka lapangan pekerjaan di Kabupaten labuhanbatu selatan tentu memangkas jumlah pengganguran yang semakain bertambah setiap tahunnya. Adanya supermarket atau mall di Kab. Labuhanbatu Selatan menjadi lambang pengakuan dari pihak-pihak investasi. Sehingga pergerakan dunia usaha dalam bentuk investasi akan menarik  investor dari luar negeri untuk turut serta menanamkan sahamnya dalam bentuk yang lain. Dan terakhir kita harus menyadari bawah keberadaan Supermarket dan mall ini sebagai bentuk fasilitas umum yang diberikan kepada masyarakat Labuhanbatu Selatan untuk memenuhi segala kebutuhan.

Minimarket, Supermarket dan Pedagang kecil untuk Kesejahteraan

Pemerintah Kabupaten Labuhnbatu Setalan harus segera membuat Peraturan Daerah tentang Minimarket, Supermarket dan pedangan kecil tersebut sehingga memiliki payung hukum dalam pendirian Minimarket. Saat ini kita menyaksikan Minimarket Modern seolah sesuka hati membuka gerai dimana saja. Di simpang Tiga Bukit terbukti dua gerai Minimarket Modern peroperasi saling berdekatan. Sudah sepantasnya Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu setalan serius menangani hal, sebab ini menyangkut kehidupan masyarakat pedagang kecil di Labuhanbatu Setalan. Ini salah satu cara mendongkarak perekonomian pedagang kecil. Pemerintah Labuhanbatu selatan harus mengawal pra dan pasca pendirian minimarket tersebut. Sebab saat ini kita lihat Minimarket tersebut tidak memiliki aturan jam dan ini sangat merugikan bagi pedangan kecil yang kadang berjualan dari pagi hingga ke pagi lagi.

Kesejahteraan masyarakat Labuhanbatu Selatan merupakan “PR’ besar bagi pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Perekonomian yang merosot ini harus segerai dibenahi. Pemerintah kabupaten Labuhanbatu Selatan khususnya Bapak Bupati harus serius memperhatikan Pedagang kecil yang berjumlah ratusan ini. Pemerintah bisa saja mengagas, seperti “Membeli rabu-kamis di pedagang kecil” jadi setiap hari rabu dan kamis seluruh Minimarket tutup secara tidak langsung menyeru agar masyarakat membeli di Pedagang Kecil. Bisa juga membuat kebijakan lainnya yang bisa menguntungkan pedagang kecil. 

Minimarket, Supermarket dan Pedagang kecil merupakan dunia usaha yang sama-sama memiliki fungsi sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Tetapi, Minimarket Modern yang berlebihan di kabupaten Labuhanbatu Selatan ini belum bisa mendongkrak perekonomian. Minimarket harus segera dibatasi, bila perlu tidak ada lagi Minimarket Modern di Kabupaten Labuhanbatu Selatan ini, khususnya di Kotapinang. Sebuah pusat perbelanjaan yang besar pun menjadi solusi utama untuk menyingkirkan Minimarket Modern tersebut. Sebab jika merujuk kepada Peraturan Menteri Pedagangan di atas kabupaten Labuhanbatu Selatan sudah layak. Namun, sebelumnya Pemerintah kabupaten Labuhanbatu Selatan harus memiliki Payung hukum tentang Minimarket, Supermarket, pedagang kecil DLL, sehingga jika suatu saat terjadi sengeketa antara pihak terkait mudah diselesaikan. Ada beberapa hal yang menjadi catatan Pemerintah Kabupaten Labahanbatu Selatan, antara lain;

Penulis : Imam T Harahap Alumni Fakultas Hukum UMSU (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara)
Penulis : Imam T Harahap Alumni Fakultas Hukum UMSU (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara)

Pertama, Pedagang kecil adalah aset daerah yang harus dikelola dengan baik dan sungguh-sungguh. Pedagang kecil harus dijaga kelesatariannya. Dengan tidak mendeskriminasikan pedagang kecil dengan cara apapun oleh pihak pengusaha yang ingin berkuasa.

Kedua, Minimarket Modern harus selalu diawasai, baik pra pendirian serta pasca pendirian.

Ketiga, Kabupaten Labuhanbatu Selatan harus segera membangun pusat perbelanjaan yang besar, karena Labuhanbatu Selatan adalah kawasan yang sterategis, diapit oleh tiga Kabupaten dan pintu masuk dua Provinsi. Dengan adanya Pusat perbelanjaan yang besar akan membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat Kabupaten Labuhanbatu Selatan serta meningkatkan pedapatan asli daerah sendiri. Terlepas itu semua Pemerintah Daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan harus segera membuat Perda-nya. Dengan demikian Perekonomian kabupaten Labuhanbatu Selatan menjadi lebih baik kedepannya.[]

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan