banner 728x250

Nasib Pelajar Yang di ‘Lockdown’

  • Bagikan
Nasib Pelajar Yang di 'Lockdown' Penulis: R Marpaung
banner 468x60

LABUHANBATU SELATAN | VALITO.ID | Penanggulangan penyebaran Covid 19 atau Corona virus di 2019 adalah kewajiban kita semua insan manusia untuk keselamatan jiwa kita bersama.

Pemerintah Indonesia bahkan diseluruh dunia berupaya sekuat tenaga untuk mencegah penyebaran Virus Corona yang mematikan hanya paling lama diperkirakan 7 hari atau sampai 14 hari saja.

banner 336x280

Bahwa hari ini, Jum’at, (10/4/2020) adalah hari yang ke beberapa kalinya pemerintah bersama-sama masyarakat mencegah penularan penyebaran virus Corona dan tidak tanggung-tanggung pemerintah menyatakan perang melawan Virus Corona, yaitu dengan salah satu cara meliburkan para anak anak sekolah mulai dari PAUD/TK sampai ke perguruan tinggi serta  seluruh pondok pesantren se Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke diliburkan dan belum diketahui pasti sampai kapan kembali para pelajar belajar itu kembali belajar seperti biasa ke sekolah masing masing.

Bahkan dengan cara bagi bagi masker bagi pengguna jalan, bagi-bagi sembako kepada warga yang kurang mampu dan warga yang terdampak Lockdown pada sa’at ini.

Menurut salah seorang jurnalis, Ridwan Marpaung, asal dari Desa Persiapan Sumberejo, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara, bahwa Lockdown untuk para pelajar selama beberapa waktu yang lama, yang tidak diketahui pasti kapan belajar normal seperti biasanya. Adalah hal itu membuat jenuh dan bosan sehingga kurikulum mata pelajaran bisa tak berfungsi atau terhenti menghapal  pelajaran.

Pelajaran yang tersimpan dalam memori otak bisa hilang sirna begitu saja bila pelajaran terhenti tanpa belajar.

Terhentinya rutinitas belajar diluar sekolah adalah salah satu hilangnnya minat belajar ketika pelajar diberlakukan Lockdown berdiam diri dirumah untuk beberapa saat.

Seorang pelajar yang lebih banyak tinggal berdiam diri dirumah tanpa belajar pasti kegiatannya adalah banyak bermain ketimbang belajar.

Bahkan tidak sedikit para pelajar yang Lockdown dipergunakan untuk  kegiatan  dirumah yang tak bermanfaat  yang sangat mempengaruhi mata pelajaran sekolah, semestinya para pelajar, wajib belajar seperti  biasa belajar dirumah sesuai arahan guru  sekolah masing masing.

Dan selama Lockdown para pelajar tidak harus keluar rumah apa lagi nongkrong dan kumpul-kumpul bareng yang bisa menyebabkan virus Corona  menyebar luas, yang seharusnya Lockdown adalah pemutus mata rantai penyebaran virus Corona yang pada saat ini melanda diberbagai belahan dunia.

Mudah-mudahan pandemi Covid-19  segera berlalu dan hengkang dari muka bumi ini agar seluruh kegiatan dan aktivitas masyarakat segera pulih kembali. (R Marpaung).

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan