Iklan

Menziarahi diri sebelum datangnya maut

  • Bagikan
(Foto: NU Online)
banner 468x60

VALITO.id | Hidup merupakan anugerah yang terbaik dari Allah Swt, namun jangan sampai anugerah yang diberikan Allah Swt tersia-siakan. Secara hakikatnya tujuan kehidupan adalah untuk kehidupan. Dan kembali pulang ketempat asalnya, yakni dari yang hidup ke tempat kehidupan keabadian, meski jasad yang si baharu ini bersemayam di dalam bingkai liang kubur.

Maka orang beriman sejatinya mengetahui alamatnya ketika dirinya kembali ketempat kehidupan yang abadi tersebut. Melalui pintu atau alamat yang sudah di dapatkannya atau yang telah digapainya. Sehingga orang yang beriman itu senantiasa menziarahi dirinya sendiri selagi dia masih hidup di dunia yang penuh tipu daya ini. Melalui pintu itu, dirinya menziarahi kampung halamannya yang akan di tempatinya tinggal selama-lamanya. Sudahkah kita mendapatkan kunci pintu itu?, Wallahu A’lam.

banner 336x280

Sesuai dengan Firman Allah di dalam Alqur’an yang berbunyi: “Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raziun.” Yang artinya: Sesungguhnya asal (hidup) ini dari Allah dan akan berpulang kepada Allah.”

Maka sekali lagi, bahwasanya orang yang beriman itu adalah hidupnya abadi.

Sesuai dengan Firman Allah Swt dalam Alquran Surah Al-Baqarah ayat 154 berbunyi: “Wa la taqulu liman yuqtalu fi sabilillahi amwatun. Bal ahya-un walakin la tasy’urun.” Yang artinya: “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah (bahwa mereka itu) mati, karena (sebenarnya) mereka itu hidup tetapi engkau tidak menyadarinya.”

Pengertian gugur pada konteks ayat tersebut sebenarnya adalah bukan dalam arti peperangan dengan senjata maupun pedang atau bertempur di Medan perang, melainkan bertempur melawan hawa nafsu, kekufuran, dan kemaksiatan yang ada pada diri sendiri.

Penulis: Zainul Arifin Nasution, Pimpinan Redaksi Media Online valito.id

Sumber: Kajian Ushuluddin Al Ma’arif

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan