banner 728x250

LSM PENJARA Banten laporkan oknum Debt Colector ke Polisi

  • Bagikan
banner 468x60

SERANG | VALITO.ID | LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (PENJARA) Kabupaten Serang Banten melaporkan oknum penagih hutang (debt colektor) ke Kepolisian Polres Serang karena unit motor Yamaha MT 25, NO POL A 4225 MR warna merah yang masih kredit dengan pihak BAF pada tanggal 3 Desembar 2019 a/n milik Gunadi, yang sedang di pinjamkan pada Wahyu Muhamad Ikhsan, telah di paksa oleh beberapa orang oknum dari PT Bayu Gatra Perkasa (BAF) di Kawasan Industri Modern depan ruko Kecamatan Cikande Serang. Kamis pagi, Tanggal 23 Januari 2020.

Rasmidi selaku Ketua DPC LSM PENJARA Kab. Serang yang menjelaskan, bahwa kasus tersebut berdasarkan pengaduan dari pihak korban kepada LSM PENJARA

banner 336x280

“Maka dari itu kami menindaklanjuti dan melaporkan kasus ini kepada pihak yang berwajib, karena berdasarkan Keputusan Mahkamah Kontitusi  (MK)  no. 18/PUU-XVII/2019 tentang Pidusia dan Pasal 368 KUHP Tindak Pidana Perampasan Kendaraan Bermotor,” terangnya.

Lebih lanjut Rasmidi menyampaikan bahwa berdasarkan hal tersebut, atas nama Hendra Gunadi telah memberi kuasa penuh kepada LSM PENJARA untuk melaporkan PT Bayu Gatra Perkasa (BAF)  Kantor Cabang Serang, menurutnya hal tersebut di duga perusahaan telah melakukan tindakan perbuatan melawan hukum, yaitu melakukan perampasan 1 satu unit kendaraan bermotor roda dua merek Yamaha R 25  No Pol. A 4225 MR atas nama Hendra Gunadi dengan pemaksaan di jalan, dimana kendaraan tersebut sedang di bawa/dipinjam oleh Wahyu Muhamad Ihksan, yang pada saat kejadian itu Wahyu sedang berada di Kawasan Industri Modern, tiba-tiba di hentikan oleh beberapa orang laki-laki tak di kenal yang mengatas namakan dari pihak PT. Bayu Gatra Perkasa yang di beri kuasa oleh  (BAF).

Mendengar hal ini, Ketua DPD LSM PENJARA Banten,  Rachmat Suteja yang didampingi Direktur Investigasinya Fahrur Rozi mengatakan jika terkait kasus itu harus secepatnya di tindak tegas.

“Karena sudah merugikan konsumen, seharusnya pihak leasing BAF atau PT Bayu Gatra Perkasa tidak melakukan penarikan sepihak, kan sudah ada pengadilan, ini sudah perbuatan melawan hukum,” ucap Rachmat.

Rachmat juga berharap, bahwa pihak Kepolisian harus merespon secara sigap laporan tersebut dan menindak tegas.

“Diusut tuntas sesuai Perundang-undangan yang berlaku agar ada efek jera bagi oknum debt colector,” ungkapnya. (Red)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan