Komplotan pencopet profesional berkeliaran di Pasar Gelugur Rantauprapat

  • Bagikan
Suasana Pasar Gelugur, Rantauprapa, Selasa, (19/5).
banner 468x60

VALITO.ID | LABUHANBATU | Aksi para pelaku kejahatan di sekitar pusat perbelanjaan pasar Gelugur Rantauprapat menjadi ancaman bagi para pengunjung, terutama kaum ibu rumah tangga yang menjadi sasaran saat berbelanja.

Keberadaan pencuri atau pencopet itu terungkap saat berbincang dengan Chairuddin Nasution dengan awak media.
Dikatakan Chairuddin Nasution, bahwa korban sudah ada yang melapor kehilangan sewaktu berbelanja di area pasar ikan. Dijelaskannya, bahwa pelaku biasanya bekerja secara berkelompok dan sudah profesional.

banner 336x280

Kejadiannya kehilangan pagi hari. Mereka (pencuri) berkelompok bukan satu orang, sudah profesional, terangnya, Selasa, (19/5) di Area Pasar Glugur, Rantauprapat.

Di katakannya, bahwa alat pemantau keamanan berupa CCTV tidak dapat berfungsi, padahal CCTV dapat menjadi alat bukti bila ada kejadian tindak kejahatan di sekitar Pasar Glugur.

Menurut Chairuddin, jika CCTV sudah dua minggu rusak dan belum diperbaiki. Sedangkan untuk antisipasi lain berupa himbauan pengeras suara tetap dilakukan waktu pagi hari.

CCTV lagi rusak dan kalau himbauan dari Toa setiap pagi ada di himbau, ujarnya.

Dirinya menambahkan, jika perbaikan CCTV itu butuh proses karena menyangkut anggaran. Intinya, bahwa Kadis sebelumnya mantan Camat Pangkatan tersebut pihak tetap melakukan antisipasi. Dengan menempatkan tenaga keamanan sebanyak orang yang bertugas.

Menurut Chairuddin Nasution, hal tersebut perlu ada tambahan dari pihak keamanan, yakni Polres Labuhanbatu. Ditambahkannya, jika hal itu perlu dilakukan lantaran melihat ramainya aktifitas di Pasar Gelugur menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Chairuddin Nasution melanjutkan, jika saat ini para pengunjung ramai dan berdesakan.
Jadi kita tidak bisa mengantisipasi secara menyeluruh, bila terjadi pencurian sudah manusiawi dan mau bagaimana lagi, katanya.

Salah satu korban aksi kriminal, yakni seorang keluarga rekan media mengadukan hal tersebut ke pihak terkait.

Saya kecopetan hari ini sekira pukul 12.00 di area halaman Pasar Gelugur. Kadis mengarahkan saya agar melapor ke kantor polisi. Katanya, Laporkan saja ke kantor polisi, beresnya
itu, ungkap salah satu korban.

Salah satu pedagang di Lantai 2, Lina Br Silalahi saat ditanya tentang kenyamanan berjualan di Pasar Gelugur menerangkan, bahwa himbauan dari pengeras suara sangat di perlukan, agar para pedagang dan pengunjung berhati-hati.

Pengeras suara itu tidak ada lagi, artinya selaku pedagang, himbauan itu sangat baik dan pengunjung akan terbantu serta merasa di perhatikan. Kalau pengunjung merasa aman dan nyaman, penjualan pasti bertambah. Kalau sering kehilangan, kami juga terimbas, takut orang belanja, ujar Lina Br Silalahi.(Zainul Hsb)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan