Ketum KMN, Johan Aritonang: Kami Minta Divpropam Mabes Polri Beri Sanksi Kepada Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono Melanggar Maklumat Kapolri

  • Bagikan
Ketum KMN, Johan Aritonang: Kami Minta Divpropam Mabes Polri Beri Sanksi Kepada Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono Melanggar Maklumat Kapolri
banner 468x60

JAKARTA PUSAT | VALITO.ID | Komite Muda Nusantara (KMN) menyoroti pernikahan Kompol Fahrul Sudiana beberapa hari lalu, Pasalnya, dalam pesta pernikahan yang digelar ditengah pandemi corona atau Covid-19 itu turut dihadari Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono dan pejabat lainnya, yang diduga ikut melanggar Maklumat Kapolri.

Ketua Umum Komite Muda Nusantara (KMN), Johan Aritonang menyesalkan kehadiran Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono yang turut hadir dalam resepsi pernikahan Kapolsek Kembangan Kompol Fahrul Sudiana pada Sabtu, 21 Maret 2020 lalu.

banner 336x280

Ia menilai jika kehadiran Gatot secara tidak langsung dapat dinilai sebagai tindakan penerimaan atau membolehkan oleh pimpinan atas penyelenggaraan resepsi perkawinan pasca terbitnya Maklumat Kapolri. 

Seharusnya, wakapolri dapat mencegah terselenggaranya resepsi mengingat Wakapolri merupakan unsur pimpinan di Kepolisian RI sebagaimana diatur dalam Pasal 4 Peraturan Presiden 

Nomor 52 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jelas Johan, Kamis, (09/4/2020), di Jakarta Pusat.

Lanjut Johan menuturkan, jika hal tersebut menjadi alasan kuat mengapa Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengeluarkan maklumat yang keluar pada 19 Maret 2020 tersebut.

Salus Populi Suprema Lex Esto (keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi) menjadi dasar penetapan Maklumat Kapolri tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona, katanya.

Johan melanjutkan, bahwa dengan adanya maklumat ini tentunya menjadi kabar baik karena menandakan bahwa aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian memiliki komitmen untuk mengawal kebijakan pemerintah dalam menangani penyebaran virus Covid 19.

Di dalamnya terkandung social distancing dan physical distancing. Oleh karena tidak dibenarkan penyelenggaraan keramaian salah satunya resepsi Kapolsek Kembangan diadakan, jelasnya.

Ketum KMN, Johan Aritonang: Kami Minta Divpropam Mabes Polri Beri Sanksi Kepada Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono Melanggar Maklumat Kapolri

Johan Aritonang selaku aktivis pemuda ini mengatakan, bahwa maklumat Kapolri bukan perintah sembarangan, terlebih perintah tersebut merupakan perintah dan kebijakan pimpinan tertinggi dari Kapolri dan Korps Bhayangkara sebagai lembaga.

Makanya jika bicara etis dan kepatutan, siapapun sepanjang mereka anggota atau pejabat Polri dalam konteks kode etik dan disiplin Polri, wajib tunduk mutlak tanpa kecuali terhadap maklumat tersebut. Jika terbukti melanggar, bagi saya jika di hukum demosi atau pemberhentian dengan tidak hormat, adalah hal yang wajar, katanya. 

Johan juga menambahkan, tidak hanya Kapolsek saja seharusnya yang dikenai sanksi kode etik atau disiplin, tetapi seluruh anggota atau pejabat Polri yang hadir. Tanpa kecuali wajib diperiksa Propam dan segera disidangkan tidak dalam waktu yang lama untuk menegakan kedisiplinan polri yang selalu di ucapkan Kapolri Bapak Idham Azis, jelasnya.

Saya ingin mendengar Klarifikasi resmi dan sekaligus adanya proses resmi melalui Divpropam Mabes Polri dalam menilai dan menindak apakah kehadiran Wakil Kepala Polri melanggar Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 serta demi menegakan disiplin dan ketertiban di lingkungan Polri, harapnya.(Johan Aritonang)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan