Iklan

Ketua Komite SMPN3 Kualuh Ledong bantah tuduhan Kepsek tebus ijazah siswa

  • Bagikan
banner 468x60

LABURA | VALITO.id | Kabar miring yang mengatakan Kepsek SMPN3 Kualuh Ledong Kab. Labura telah menahan Ijazah siswa harus bayar Rp 265 ribu mendapat bantahan dari Ketua Komite, Harapan Sianturi.

” Tidak benar kepala sekolah mengutip uang 265 rb untuk menebus uang ijazah tudingan berita tersebut tidak benar,” ucap Ketua Komite H Sianturi saat di wancara wartawan di rumahnya Jum’at (17/9).

banner 336x280

“Semuanya salah, uang itu bukan untuk menebus Ijazah tetapi komite melakukan rapat wali murid dalam menggalang dana membantu menyewa komputer dan jaringannya pelaksanaan UNBK tahun lalu dan semua hasil kesepakatan wali murid yang hadir sekitar 40 orang lebih semuanya wali murid setuju mengenai biaya sumbangan itu,” jelas H Sianturi

“Kita mau anak kita harus ujian menarapkan UNBK karena fasilitas komputer di sekolah ada, hanya perlu penambahan makanya kepala sekolah menyerahkan ini kepada komite untuk merapatkan ke wali murid, jadinya kami wali murid setuju mengenai keputusan menyumbang dana membantu sekolah SMPN 3 agar melaksanakan UNBK Tahun Ajaran 2019 dan 2020,” ujar ketua komite.

Ketua komite juga menjelaskan, mengenai pengambilan uang ke wali murid, ia memerintahkan seketaris komite.
“Itu tambah mengutipnya kepada wali murid, dan kepala sekolah tidak tau menahu mengutip uang sumbangan wali murid tersebut,” ujarnya lagi.

Terpisah salah satu wali murid bernitial Topik (40), saat di konfrimasi wartawan melalui via seluler, bahwa memberikan uang dana sumbangan yang di berikan kepada sekolah SMPN3 merupakan hasil rapat komite dengan wali murid .

“Kami wali murid dan ketua komite mengadakan rapat untuk menyumbang ke SMPN 3 Kualuh Ledong agar anak kami bisa mengadakan ujian UNBK karena sekolah harus menambah fasilitas untuk komputer, supaya anak anak bisa melaksanakan UNBK,” ucap Topik.

Disambung Topik, bahwa tidak ada uang pengutipan dari wali murid untuk pengambilan ijazah.
“Aetau saya uang sumbangan itu di peruntukkan agar membuat anak kami bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan supaya membantu sekolah untuk bisa menyewa komputer,” ujar Topik

“Alasan kalau ijazah di tahan tidak bisa menyambung, buktinya anak saya bisa menyambung ke SMA juga semua anak anak lain pun sudah menyambung ke tingkat SMA tidak ada anak yang tidak lulus,” tutup Topik.

Sementara mantan Kepala Sekolah SMPN 3, Edo Tampubolon, saat di konfirmasi wartawan terkait perihal isu miring mengenai sekolah yang pernah di pimpinnya di Tahun Ajaran 2019-2020 menjelaskan, kalau dia tidak pernah menahan ijazah siswa apa lagi harus membayarnya, dan siswa yang telah tamat di SMPN 3 Kualuh Ledong semuanya lulus telah menyambung ke tingkat SMA /SLTA.

“Tidak ada siswa yang putus sekolah dengan alasan ijazahnya telah di tahan oleh kepsek,” jelas Kepala Sekolah SMPN 3 Kualuh Ledong, Edo Tampubolon sambil mengarahkan wartawan agar menjumpai ketua komite.

banner 336x280
Penulis: Basri Editor: Zainul
banner 120x600
  • Bagikan