Kasasi JPU Serdang Bedagai ditolak Mahkamah Agung

  • Bagikan
Pengacara Senior, Jonni Silitonga, SH, MH.
banner 468x60

MEDAN |Mahkamah Agung (MA) menolak Kasasi Putusan bebas Pengadilan Negeri (PN) Serdang Bedagai atas perkara pidana Happy dan ibunya Phek Miau, yang diajukan Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara.

Penolakan tersebut tertuang dalam
Putusan MA No 67K/pid/2020, tanggal 10 Februari 2021, kata Jonni Silitonga, SH.MH, ke Valito.id dan Koran Perdjoeangan Online, Jumat (26/02) di Medan.

banner 336x280

“Putusan MA tersebut menguatkan putusan bebas PN Serdang Bedagai atas Happy dan ibunya karena tidak terbukti melakukan penganiayaan,” ujar Jonni. 

Lanjut Jonni, jika Happy dan Phek Miau ibunya, warga Jalan Kebun Sayur Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam pada hari Selasa 08 Oktober 2019 di vonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Serdang Bedagai

Putusan bebas yang dilakukan oleh Hakim PN Serdang Bedagai, didasari pertimbangan, penelusuran, mendengarkan keterangan saksi-saksi dan pembelaan dari Jonni Silitonga,SH.MH, yang bertindak sebagai Penasehat Hukum kedua terdakwa.

Majelis hakim yang diketuai, Rio Barten T H, SH, MH, Hakim anggota, Agung Cory F. Laia, dan Ferdian Permadi, SH bersepakat membebaskan terdakwa Happy dan ibunya Phek Miau dari segala tuntutan.

Putusan bebas hakim kepada klien Saya sudah sangat tepat dan dasar-dasar tuntutan yang disangkakan pada kliennya tidak berdasar serta tidak memenuhi unsur-unsur pasal yang didakwakan.

“Bagaimana bisa satu orang seperti Happy menganiaya tiga orang yang dua diantaranya laki laki, dan ibunya datang pada waktu itu menolong anaknya yang dikeroyok oleh tiga orang pelapor yaitu abang iparnya Suhadi Wijaya, Jefri alias Ali mertua laki lakinya dan Chan Gwek Oen, mertua perempuannya,” ujar Jonni

Masih menurut Jonni, Setelah mendengarkan putusan bebas tersebut, Happy dan Phek Miau ibunya, merasa sangat terharu dan berterima kasih kepada majelis hakim yang sudah bertindak adil atas tuntutan yang dituduhkan suaminya Johan Wijaya dan keluarganya.

Sebab perbuatan sebagaimana yang dituduhkan sama sekali tidak pernah dilalukannya, jelasnya.

Terpisah saat Happy dikonfirmasi melalui telepon selularnya, membenarkan

Saya korban penganiayaan yang dilakukan oleh suami, abang ipar dan kedua mertua, tetapi Saya yang dilaporkan dan dijadikan terdakwa.

Anak saya di cabuli dan saya sering sering dianiaya oleh suami.

Sampai hari ini Saya dan anak Saya masih trauma atas kekejaman mereka, namun syukurlah Tuhan masih melindungi kami, memberikan pembela yang tepat sehingga hakimpun memvonis Saya dan Ibu saya bebas dari segala tuntutan, kalau saja Tuhan tidak berpihak mungkin hari ini Saya beserta ibu sudah mendekam di penjara, Tuhanlah yang menentukan semua ini, ujarnya haru.

Pewarta: Anto Bangun/IwB

Editor: Zainul Nasti 

 

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan