banner 728x250

Kades ini diduga gelapkan lahan, Kades Trans Pir Sosa unit 3A Kecamatan Sosa Timur: Tanya saja Polres, Bukan urasanmu ini

  • Bagikan
Foto: Rustam Hasibuan didampingi pengacara M Syafii Pasaribu menyerahkan kasus dugaan penggelapan, penipuan,  pemalsuan oleh kepala desa Trans Pir Sosa unit 3A.(Tan)
banner 468x60

PADANG LAWAS | Herman Hasibuan, Kepala Desa Trans Pir Sosa unit 3A Kecamatan Sosa Timur diduga kuat menggelapkan lahan kebun sawit. Dugaan penggelapan, pemalsuan dan penipuan ini atas kepemilikan Tanah kapling bertanam kelapa sawit seluas 2 hektar terletak diwilayah kelompok tani RT 08 Desa Pir Trans Sosa VI kecamatan Sosa Timur, yang sebelumnya masih wilayah kecamatan hutaraja tinggi. 

Informasi yang dihimpun, Kamis (22/4) dari Rustam Hasibuan didampingi kuasa hukum M Syafii Pasaribu SH menjelaskan persoalan ini sudah dilaporkan ke Polres Palas pada 14 Desember 2020 lalu. Hingga kini kasusnya berjalan ditempat. 
Bahkan dikatakan Rustam Hasibuan selaku pelapor kasus ini, sempat ada tawaran damai dari pihak Polres untuk menutup kasus ini. Saat itu, ada tawaran Rp 15 juta guna menyudahi persoalan antara kedua belah pihak, yang dimediasi pihak Polres. 

banner 336x280

“Sempat ada tawaran untuk berdamai, Rp15 juta di Polres. Tapi saya tolak, dengan alasan saya pertimbangkan dulu. Dari situ sampai sekarang tidak tahu lagi saya perkembangannya bagaimana, surat perkembangan kasusnya tidak ada saya terima,” jelas Rustam Hasibuan yang didampingi pengacara M Syafii Pasaribu SH. 

Kepala Desa Trans Pir Unit 3A, Herman Hasibuan yang dikonfirmasi, Kamis (22/4) membantah melakukan penipuan. Kades ini berkeras, bahwa lahan itu telah dibelinya yang ditandai dengan surat jual beli. 
Sayang, surat jual beli tersebut tidak bisa dibuktikannya. Hanya, kasus ini telah diserahkannya sepenuhnya ke Polres Palas. Dan dengan nada marah, kades menyebut persoalan ini tidak ada urusannya dengan wartawan. 
“Tanya saja permasalahannya ke Polres. Bukan urusanmu ini,” kata Herman bernada tinggi. 

Kapolres Palas, AKBP Jarot Yusviq Andito yang dihubungi melalui Kasat Reskrim AKP Aman Putra mengatakan perihal LP yang diduga melanggar pasal 263, 378, 372 ini masih sedang dalam proses. Dan pelapor sudah pernah dipanggil. 
“Iya (ada LPnya), sudah kita panggil itu. Masih proses, suruh aja dia kemari,” ujar Kasat Reskrim.

Pewarta: Tan

Editor: Zainul Nasti 

 

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan