banner 728x250

Kades di Kabupaten Batubara ini marah-marah usai pulang Tarawih, ini penyebabnya…

  • Bagikan
Kades Pakam Kecamatan Medang Deras, Rojali Pandiangan.
banner 468x60

BATUBARA | Seusai Shalat Tarawih dengan busana muslim  dan HP  digengaman, Kades Desa Pakam Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, Rojali Pandiangan mendatangi salah satu warung milik Emi serta dengan serius langsung turun dari sepeda motornya menghampiri dan menanyai pedagang yang lagi berjualan di pinggir Acess Rood PT Inalum Dusun 4 Desa Pakam Kec. Medang Deras Kab. Batubara.

“Saya menegur dan melarang agar tidak ada warung yang menghidupkan musik dibulan puasa ini. Jangan ada yang main musik,” tegas Rojali.

banner 336x280

Rojali kembali menegaskan jikalau tegurannya tersebut tidak dihiraukan, maka dirinya tidak akan betanggungjawab apabila kelak ada warga yang mengamuk.

“Kalau musik kembali hidup, lalu ada warga yang mengamuk aku lepas tangan,” tegas Kades, Rojali seraya pergi meninggalkan warung dan masih mengenakan Headseat HP di telinganya.

Menurut salah pengunjung, bahwa warung Emi tidak ada menghidupi musik dan hanya beberapa orang yang sedang meminum teh manis, termasuk salah seorang awak media melihat dan mendengar apa yang di ucapkan Kepala Desa Pakam, Rojali Pandiangan.

“Heran kami, dengan kata-katanya yang tegas, Kades Rojali menghimbau salah seorang pedagang kopi yang secara tiba saja masuk tanpa basa basi. Heran dan bingung kami dengan ungkapan kades seperti itu ke pemilik warung,” ujar salah satu pengunjung.

Dengan ada larangan tersebut, Kades Desa Pakam enggan untuk di komfirmasi oleh awak media. Melalui telpon saat dihubungi, kades mengatakan dirinya hanya menghimbau, supaya jangan ada warung yang main musik disaat Bulan Puasa.

“Dengan melarang menghidupkan musik di saat bulan puasa ini, Saya tidak melarang, dan ini jangan di beritakan,” tegas Kades ke Wartawan.

Karena itu larangan dari Kepala Desa, pemilik warung, Emi meminta agar kepala desa jangan marah-marah dulu.
“Lihatlah dulu isi warungnya ada enggak suara musik di bulan puasa ini,” kata Emi.

Warga yang merasa kesal menyarankan kades agar membuat pengumuman agar pemilik warung yang ada di Desa Pakam menutup warungnya, maka untuk larangan tersebut agar dapat di dengarkan oleh masyarakat yang menghidupkan soudnsistem dan bermain musik dibulan suci Ramadan 1441 Hijriyah ini.

“Kenapa tidak boleh di beritahukan oleh masyarakat, ada apa?, jadi jika ada himbauan atau larangan. Jangan tebang pilih atau ada Perdes yang ada di Desa Pakam Kec. Medang Deras Kab. batubara tolong ditulis pengumuman disetiap warung kopi biar dibaca oleh masyarakat khususnya di tempat tempat umum,” ucap warga yang kecewa pada kades yang enggan di publikasikan.

Atas ucapan kades yang membingungkan, maka masyarakat ingin tau dan melihat pengumuman tertulis yang akan di buat oleh Kepala Desa Pakam Kec. Medang Deras Kab. Batubara.

Pewarta: Duanda

Editor: Zainul Nasti

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan