Jurnalis Zainal Abidin:  Semenjak Jadi Wartawan Bantuan Apapun dari Pemerintah Tidak Pernah Ada

  • Bagikan
Jurnalis Zainal Abidin:  Semenjak Jadi Wartawan Bantuan Apapun dari Pemerintah Tidak Pernah Ada
banner 468x60

MEDAN UTARA | VALITO.ID| Profesi jurnalis memang butuh perjuangan, seperti jurnalis yang bertugas di wilayah Medan Utara ini, mengaku kecewa lantaran bantuan dari pemerintah tak pernah di dapatkan selama pandemi Covid-19.

Di ungkapkan salah jurnalis dari Medan Utara ini, Zainal Abidin mengatakan bahwa selama hidupnya, dirinya beserta keluarganya tak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah apalagi mewabahnya virus Corona.

banner 336x280

Padahal profesi wartawan adalah pekerjaan yang mulia, bekerja tanpa pamrih, selama ini banyak program sosial dari pemerintah untuk membantu rakyat mulai dari dulunya ada Raskin, Balsem, PKH, KIS, KIP, BPJS, sampai dengan sekarang ada bantuan sembako atas dampak covid-19, saya tak pernah mendapatkan program sosial tersebut, ujarnya.

Hal itu dikatakan dirumah kediamannya Jalan Selebes Gang 5 Lingkungan 34 Kelurahan Belawan Dua Kecamatan Medan Belawan, Jum’at (10/04/2020).

Zainal Abidin mencurahkan isi hatinya, bahwa dulunya sejak berumah tangga, ia beserta istri dan kedua anaknya tinggal dirumah orangtuanya di Jalan Cikampek Gang 13 Lingkungan 22 Kelurahan Belawan Dua, namun setelah kedua orangtuanya meninggal dan rumah tersebut dijual, ia dan keluarganya numpang tinggal dengan mertuanya yang tak jauh digang 5 hingga sampai sekarang ini.

“Pas baru kawin saya tinggal dirumah ayah, tapi setelah orangtua saya meninggal dan rumah itu adalah warisan lalu dijual, dari hasil pembagian warisan saya buat usaha ditempat mertua sekalian tinggal disitu,”ucapnya.

Lalu Zainal meneruskan ceritanya, sambil jalankan profesinya sebagai wartawan, ia juga jalankan usahanya untuk biaya hidupnya karena selama jadi wartawan, ia tak pernah minta imbalan saat liputan dari instansi manapun, baik berupa hadiah maupun uang.

”Saya dapat bagian dari warisan lalu saya buka usaha ditempat mertua dan tinggal disitu, dari usaha itulah untuk biaya hidup kami, karena saya tak pernah terima uang dari instansi manapun saat saya jalankan tugas liputan, saya tak mau terikat, agar tak ada beban bagi saya untuk memberitakan instansi yang nakal,” jelasnya.

Seiring waktu berjalan, usahanya selalu jatuh bangun, pernah dirinya, istri dan kedua anaknya selama setahun makan tak makan, hampir tiap hari yang dimakan hanya mie instan rebus, disitulah ia mendatangi rumah kepling sesuai data KTP dan KK nya di Jalan Cikampek Gang 13 Lingkungan 22 Kelurahan Belawan Dua untuk bermohon bantuan.

“Usaha saya selalu jatuh bangun, pernah selama setahun keluarga saya hanya bisa saya kasi makan mie instan rebus, mertua saya tidak tahu itu, pas saya dalam kesulitan waktu itu, saya kerumah kepling Pak Munaf untuk mohon kalau ada bantuan dari pemerintah saya didaftarkan, tapi nyatanya nggak ada juga, saya berusaha tetap sabar, sampai akhirnya kepling kami itu meninggal karena sakit dan sekarang digantikan oleh istrinya,” terangnya.

Taklama ia bangkit lagi dengan buka usaha yang lain lagi, tapi begitu terus menerus, usahanya jatuh bangun. Tiga tahun yang lalu pas usahanya jatuh, kedua anaknya sempat putus sekolah karena tak sanggup bayar uang sekolah, ia kembali datangi kepling untuk bisa dapat program PKH, tapi kembali lagi tak ada tanggapan dari kepling, lalu ia datangi petugas PKH dikantor Kecamatan Belawan.

“Tiga tahun lalu pas usaha saya jatuh lagi, anak saya sempat putus sekolah karena tak sanggup bayar uang sekolah, saya jumpai kepling agar kami bisa dapat PKH untuk biaya sekolah anak, tapi kepling bilang itu bukan kami yang data, ada petugasnya, saya lalu jumpai petugas PKH dikantor Kecamatan Belawan, tapi petugas disana bilang kuotanya sudah penuh dan tak ada lagi penambahan,” tuturnya.

Berkat kesabaran Zainal, selang beberapa bulan ia dapat usaha baru lagi, kedua anaknya kembali bersekolah dengan biaya sendiri dan terus bekerja sebagai jurnalis dan usahawan.

Setahun ia usaha jasa administrasi, masuk situasi bencana yang menimpa negeri ini yakni virus corona, usahanya pun goyang dan tutup, pemerintah pun membantu rakyat dengan mengeluarkan program sosial sembako, ia kembali mendatangi kepling untuk mendaftar sebagai warga penerima bantuan. []

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan