Jarah uang warga Aceh jutaan rupiah saat razia, oknum Banpol di Langkat dilaporkan

  • Bagikan
banner 468x60

BANDA ACEH | VALITO.ID

Seorang oknum bantuan polisi (banpol) berinisial AR, dilaporkan melakukan penjarahan terhadap seorang warga asal Lhokseumawe, provinsi Aceh, Suhel. Oknum banpol disebut menggasak lebih dari Rp 4 juta uang miliknya.

banner 336x280

Kejadian yang dialami Suhel ini terjadi saat personil kepolisian menggelar razia di jalan lintas Banda Aceh-Medan, tepatnya di depan Pos Lantas Polsek Gebang pada Sabtu (15/1/2022) lalu.

Atas peristiwa yang dialaminya itu, Suhel telah melapor ke Propam dan SPKT Polres Langkat, pada 18 Januari 2022 dengan Nomor laporan: LP/B/54/I/2022/SPKT/ Polres Langkat/ Polda Sumatera Utara.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tindak lanjut laporan penjarahan tersebut.

Koronologi Penjarahan

Dari informasi yang dihimpun, dugaan penjarahan oknum banpol bermula pada 15 Januari 2022 saat Suhel berangkat dari Aceh menuju ke Medan dengan menumpang mobil minibus.

Namun, setiba di depan Pos Lantas Polsek Gebang sekitar pukul 03.00 WIB, tiba-tiba mobil ditumpanginya berhenti karena ada razia oleh sekelompok orang yang mengunakan atribut kepolisian.

Saat itu, oknum banpol masuk ke dalam mobil dan membangunkan Suhel yang dalam keadaan tertidur.

Oknum tersebut, jelas Suhel, mengenakan atribut mirip polisi.

“Dia memaksa saya untuk membuka sandi handphone, ketika pelaku melihat ada aplikasi Chip High Domino Island di handphone saya, seketika pelaku langsung membentak dengan mengatakan ‘Main judi kau ya?’, katanya, dikutip valito.id dari acehsatu.com dan durasi.tv, Jumat (21/1/2022).

Tidak berhenti sampai di situ, pelaku disebut juga menggeledah dan menjarah seluruh isi kantong celana yang Suhel kenakan.

Total uang yang saat itu ada di dalam saku senilai Rp7,8 juta. Pelaku juga turut memborgol tangan korban korban dan melakukan pengancaman.

“Keras kali kau, ku letupkan kepalamu nanti”, ucap Suhel menirukan sang banpol.

Setelah menjarah, ungkap Suhel oknum banpol tersebut juga hendak menguras uang miliknya melalui mobile banking.

“Beruntung saya langsung menghapusnya,” imbuh Suhel.

Dari total uang berjumlah Rp7,8 juta milik Suhel, awalnya sang banpol hanya menyisakan Rp500 ribu.

“Kemudian pelaku mengembalikan uang kepada saya berjumlah Rp3 juta lagi, itupun akibat saya sudah mengabadikan berupa video atas perbuatan Banpol tersebut. Akan tetapi sisa Rp4 juta lebih itu tidak lagi dikembalikan pelaku,” ujar Suhel.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi saat dikonfirmasi wartawan, belum memberikan penjelasan terhadap kasus ini.

“Saya cek dulu, ya”, kata Kombes Pol Hadi, dikutip dari durasi.tv. (ACEHSATU.com/durasi.tv)

 

banner 336x280
Editor: Zainul
banner 120x600
  • Bagikan