banner 728x250

Ini penjelasan RSU Nuraini terkait pasien 1 jam berobat bayar Rp. 805.650

  • Bagikan
Beberapa wartawan yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) Labuhanbatu Selatan ketika konfirmasi ke pihak RSU Nuraini Bloksongo Desa Sisumut, Kecamatan Kotapinang, Rabu, (19/5).
banner 468x60

LABUSEL | Masih ingat enggak keluarga pasien asal Desa Mampang, Kecamatan Kotapinang yang mengeluh ketika seorang Balita, Haikal Hasibuan di rawat, Sabtu lalu, (15/5) di Rumah Sakit Umum Nuraini Blok Songo Desa Sisumut kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan harus membayar biaya perobatan terlalu besar, yakni 1 Jam dirawat dikenakan biaya Delapan Ratus Lima Ribu Enam Ratus Limapuluh Rupiah (Rp 805.650).

Kini pihak RS Nuraini membantah berita tersebut, pihak RS Nuraini,
dr Febry menjelaskan ke beberapa wartawan yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) Labuhanbatu Selatan bahwa ia membenarkan adanya pasien atas nama Haikal yang sempat ditangani pada tanggal (15/5/2021) lalu.

banner 336x280

“Dia kami tangani di sini hampir 2 jam. Soal dana yang sesuai di rekening pembayaran itu semua tertera jumlahnya tidak benar 1 jam, tapi hampir 2 jam. Tapi tenaga medis yang menangani pasien awalnyakan pasien harus rawat inap, maka obat yang disuntikkan pada pasien obat yang sudah rawat inap, obat 8 jam, dia kalau 8 jam itu, obat ditubuhnya dia sehat maka pasien diperbolehkan pulang.
Namun keluarga pasien bersekeras tidak mau dirawat inap, harus pulang, ya kita tidak bisa paksa, maka setiap tidak mau rawat inap, maka ada perjanjian administrasi, harus di tanda tangani pakai materai,” jelas dr Febry, Rabu, (19/5) di RS Nuraini Bloksongo, Desa Sisumut, Kecamatan Kotapinang.

Ditambahkan dr Febry, bahwa direkening pembayaran obat tersebut, tidak ada dana kamar, yang ada hanya dana seluruh obat dan tenaga dokter yang menangani.
“Hanya itu saja, soal obat yang dimasukkan ke tubuh pasien obat rawat inap,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, bahwa keluarga Haikal (2th) harus terpaksa membayar mahal atas pengobatan anaknya di Rumah Sakit Nuraini, mahalnya pembayaran tersebut lantaran pihak keluarga tidak memiliki BPJS Kesehatan. Sabtu, (15/5/2021).

Salah satu keluarga, T Br Siregar ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, bahwa mereka membawa pasien atas nama Haikal Hasibuan (2th) mengalami sakit demam disertai kejang-kejang lalu lantas keluarga membawa balita tersebut ke Rumah Sakit Nuraini.

“Kami bawa ke RS Nuraini, karena kami rasa sudah tidak perlu lagi dirawat di RS Nuraini, kami langsung membawa pasien ke rumah kami. Dan kami dikenakan biaya 805.650 Rupiah, padahal pasien disini hanya 1 jam saja dirawat,” ujar T br Siregar.

Sementara itu, salah satu kakeknya, Arifin menilai, bahwa mahalnya biaya tersebut diluar rasa kemanusiaan.
“Saya rasa, Tidak ada lagi rasa kemanusiaan di saat ini,” ujarnya singkat.

Sumber: MH/AWNI/Zainul
Editor: Zainul Nasti

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan