Ini kronologis penangkapan eks Dirut TransJakarta Donny Saragih di Apartemen

  • Bagikan
Jaksa berhasil menangkap eks Dirut TransJ Donny Saragih, terpidana kasus penipuan pada Jumat kemarin. Sebelum diamankan, Donny sempat terlacak berada di Rumah Sakit Podok Indah (RSPI), Jakarta Selatan. (Art/valito.id)
banner 468x60

VALITO.ID | DKI JAKARTA | Jaksa berhasil menangkap eks Dirut TransJ Donny Saragih, terpidana kasus penipuan pada Jumat kemarin. Sebelum diamankan, Donny sempat terlacak berada di Rumah Sakit Podok Indah (RSPI),

Jakarta Selatan. Berikut kronologisnya.

banner 336x280

Jumat 4 September 2020

Pukul 17.00 WIB

Kasipenkum Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi dalam keterangannya mengatakan Jaksa sempat melacak keberadaan Donny di RSPI, Jaksel pada Jumat (4/9) sore. Donny disebut berencana akan melakukan pengobatan.

Sebelumnya sekira pukul 17.00 WIB, tim telah melacak keberadaan terpidana yang berencana akan melakukan pengobatan di RSPI Jakarta Selatan, kata Nirwan dalam keterangan yang diterima, Sabtu (5/9/2020).

Pukul 21.00 WIB

Jaksa kemudian bergerak menuju Apartemen Mediterania, Jakarta Utara. Tempat tersebut diketahui adalah kediaman Donny.

Sekira 21.00 WIB tim gabungan bergerak menuju Apartemen Mediterania Jakarta Utara yang diduga menjadi tempat tinggal terpidana, sesampainya di Apartemenen, tim langsung meringkus terpidana, jelas dia.

Pukul 23.00 WIB

Pada pukul 23.00 WIB Donny dibawa tim gabungan untuk dieksekusi. Donny kemudian dieksekusi di Lapas Klas I Salemba, Jakarta Pusat.

Lalu sekira pukul 23.00 terpidana berhasil dibawa oleh tim gabungan ke Lapas Klas I Salemba Jakarta Pusat untuk pelaksanaan eksekusi, tutur dia.

Kasus Donny tercatat dalam perkara 490/Pid.B/2018/PN Jkt.Pst dengan klasifikasi perkara pemerasan dan pengancaman. Donny bersama Porman Tambunan alias Andi Tambunan alias Andi kemudian dituntut turut serta melakukan penipuan berlanjut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan alternatif ketiga. Putusan hukum untuk Donny sudah berkekuatan hukum tetap atau inkrah sejak Februari 2019.

Donny sempat menjabat sebagai Dirut TransJakarta. Namun selama 4 hari menjabat dia kembali dicopot. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengakui kurang teliti saat seleksi Dirut TransJakarta.

Kurang teliti aja. Bagian seleksi kurang teliti. Sudah dievaluasi dan sudah diganti, ucap Sekretaris Daerah Saefullah kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2020).

Pewarta: Art
Editor: Arif

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan