Ingin unjuk rasa di Kantor BIN, mahasiswa malah dapat tindakan kekerasan

  • Bagikan
sejumlah mahasiswa ingin berunjuk rasa, Jumat, 07 Agustus 2020 mendapat tindakan kekerasan yang di duga oleh oknum anggota BIN. (ART/valito.id)
banner 468x60

VALITO.ID | JAKARTA | Kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Penyampaian dimuka umum di atur UU 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum adalah penjaminan terhadap salah satu hak asasi manusia.

banner 336x280

Tetapi Sangat disayangkan, kejadian yang di dapat oleh sejumlah mahasiswa yang mengatas namakan Lingkar mahasiswa indonesia (LMI) ketika ingin menyampaikan pendapat di depan kantor Badan Intelijen Negara (BIN) merasa kecewa.

Pada saat itu, sejumlah mahasiswa ingin berunjuk rasa, Jumat, 07 Agustus 2020 mendapat tindakan kekerasan yang di duga oleh oknum anggota BIN.

Kami mengecam aksi yang terjadi di BIN ketika mahasiswa ingin menyampaikan aspirasi, tetapi tidak diperbolehkan dengan alasan sudah telat waktu padahal masih sekitar pukul 16.00 kurang, ucap Octaviany, (11/08) di Jakarta.

“Kami sangat menyangkan tindakan kekerasan yang di lakukan kepada kami saat menyampaikan aspirasi. Padahal kami sudah koperatif dan tidak ingin aksi. Dan ketika kita mau bersiap untuk pulang ternyata kita malah dipukuli sekelompok orang yang di duga anggota BIN dengar nada kencang dan berteriak, bubar lho semua,” tambahnya.

“Akibatnya teman-teman yang ada di TKP luka-luka memar, motor ada rusak, helm pecah dan saat ini sebagian mahasiswa mengalami gangguan psikis dan mengalami luka fisik,” tutupnya.

Pewarta: ART
Editor: Arif

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan