Harimau muncul, sebulan sudah warga tidak ke kebun 

  • Bagikan
Foto: Harimau terekam kamera trap, tak jauh dari pemukiman warga. 
banner 468x60

PALAS | VALITO.ID

Lebih kurang sebulan sudah keresahan warga Kecamatan Sosopan sejak kemunculan harimau ke pemukiman. Dampaknya, warga tidak bisa beraktifitas ke kebun. Hal ini jadi persoalan sosial yang cukup pelik bagi warga. Terutama bagi warga yang sumber pendapatannya dari berladang. Menurut H Puli Parisan Lubis, anggota DPRD Palas dari Dapil Sosopan sekitar, warga sudah tidak ke kebun lagi sejak raja rimba tersebut kembali muncul. Diketahui, warga Sosopan yang dominan berladang, tidak bisa lagi berusaha. 
Dan ini menjadi persoalan baru. Selain tidak ada sumber pendapatan, tentunya juga akan berdampak pada biaya anak sekolah. 

banner 336x280

Ini tentunya jadi perhatian kita bersama. Dan kami berharap, BKSDA dapat memastikan penangkapan binatang buas tersebut. Bila perlu segala sumber daya disiapkan untuk menangkap harimau itu. Dan kita siap bergandengan tangan penanggulangannya, tukas kader PKS ini. 

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Amit Hadi Nasution yang dihubungi mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas ketahanan pangan, untuk mengkondisikan bantuan terhadap warga terdampak. Dan sejauh ini, masih proses pendataan. 

Kita sudah koordinasikan dengan ketahanan pangan, saat ini masih fokus mendatanya, terang Amit Hadi. 

Sedang Andoko Hidayat, selaku Humas BBKSDA Sumut menyebutkan kabar munculnya harimau tersebut berawal saat warga menemukan jejak 2 individu Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Desa Siraisan, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas pada akhir Oktober dan awal November 2021 yang lalu.

Saat itu petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi VI Kota Pinang pada Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan melakukan penghalauan/pengusiran dengan menggunakan jenduman dan mercon. 

Belum berakhir sampai disitu, si raja hutan kembali muncul menampakkan dirinya dan menimbulkan keresahan warga. Setelah menerima laporan dan informasi, Tim Seksi Konservasi Wilayah VI Kota Pinang segera menuju lokasi di Desa Siraisan, Sabtu 27 November 2021. 

Di lokasi Tim berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Padang Lawas Arpan Nasution, anggota DPRD Padang Lawas, Kepala Desa Siraisan, Kepala Desa Pagaranbira Jae, Kepala Desa Siundol Julu dan Kepala Desa Pagaranbira Julu. 

Informasi yang diperoleh bahwa harimau tersebut masih sering berkeliaran di sekitar Desa Siraisan, Desa Hutabargot, Desa Pagaranbira Jae dan Desa Siundol Julu, yang ditandai dengan jejak-jejak yang ada di sekitar desa. Bukan hanya itu saja, 
beberapa orang warga, diantaranya Ahmad Dian Saputra Nasution serta Ipan, melihat langsung satwa dimaksud pada Kamis (25/11) lalu.

Diperkirakan panjangnya sekitar 2 meter, tinggi sepinggang orang dewasa, jalannya lamban dan terlihat kurus.

Diduga harimau tersebut dalam kondisi sakit, jelas Andoko. 

Selain itu lanjutnya, feses (kotoran) harimau terlihat berceceran disekitar Desa Huta Bargot. Berdasarkan analisis Tim, feses terlihat tidak normal dan mencret. Dari feses tersebut diperkirakan harimau memakan tanah, sehingga Tim juga mengindikasikan harimau
dalam keadaan sakit. 

Hasil kamera trap yang dipasang petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara pada 
awal November, terpantau/terekam adanya 1 (satu) individu Harimau Sumatera yang 
sedang berjalan dengan normal, namun terlihat kurus di Desa Huta Bargot.

Untuk menghindari terjadinya konflik dan hal-hal yang tidak diinginkan, Sekda Kabupaten Padang Lawas bersama anggota DPRD Padang Lawas, Kepala Desa Siraisan serta tokoh masyarakat memohon kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara agar dilakukan pemasangan kandang jebak.

Memenuhi permintaan ini, Balai Besar KSDA Sumatera Utara didukung Yayasan Parsamuhan Bodichitta Mandala Medan (YPBMM) lembaga mitra kerjasama Balai Besar KSDA Sumatera Utara serta Pemkab Padang Lawas memasang 2 kandang jebak, masing-masing 1 
dipasang di Desa Huta Bargot, pada Minggu (28/11) dan 1 lagi dipasang di Desa 
Pagaranbira Jae pada Selasa (30/11), sebutnya lagi. 

Selain itu, Tim juga tetap mengingatkan warga agar tetap berhati-hati dalam 
beraktivitas. Warga juga dihimbau untuk tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun satwa. 

Kalaupun terpaksa melakukan aktivitas sebaiknya tidak dilakukan seorang diri, tetapi sebaiknya dilakukan berkelompok. Sampai sekarang tim masih siaga, tandasnya.

banner 336x280
Penulis: TanEditor: Zainul Nst
banner 120x600
  • Bagikan