banner 728x250

Gagalkan 2.5 ton sabu, Gerakan Indonesia Maju apresiasi kinerja tim gabungan Mabes Polri, Polda Aceh dan Kanwil Bea Cukai Aceh

  • Bagikan
Faisal Azani, Ketua Gerakan Indonesia.
banner 468x60

ACEH | Faisal Azani, Ketua Gerakan Indonesia Maju mengapresiasi Tim Gabungan SATGASSUS Polri , Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh bersama Kanwil Bea Cukai Aceh yang berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu-sabu seberat 2,5 ton  atau setara  2 triliun rupiah  asal jaringan internasional Timur Tengah, Malaysia dan Indonesia. Sabu sebanyak 2,5 ton tersebut disita di lokasi berbeda mulai dari Aceh hingga Jakarta.

Faisal mengemukakan hal itu dalam rilisnya di Aceh, Sabtu, terkait dengan langkah Tim gabungan Satgassus Polri Merah Putih, Direktorat pidana narkoba Mabes Polri, Polda Aceh  dan Kanwil Bea  Cukai Aceh yang menangkap sindikat narkoba jaringan internasional.

banner 336x280

Sahroni mengatakan kinerja Tim Satgasuss Merah Putih dan beberapa tim lainya  itu beberapa bulan telah melakukan pengintaian dan pengembangan sehingga mereka berhasil membongkar kasus yang sangat besar ini  tersebut.

Menurut dia, hal tersebut membuktikan Polri bisa tetap fokus menjalankan tugasnya secara maksimal meskipun sedang menghadapi pandemi COVID-19 dan momentum Lebaran 2021.

“Ini membuktikan polisi tetap fokus dan tidak lengah. Di sisi lain, penjahat, pengedar mungkin sedang memanfaatkan kesempatan saat semua konsentrasi pada masalah COVID-19.  Jadi, polisi memang tidak boleh lengah dalam mengawasi tindak kejahatan yang muncul,” ujarnya. 

Dia menegaskan bahwa dengan keberhasilan pengungkapan itu, setidaknya pihak Kepolisian telah menyelamatkan sekitar 10.1 juta jiwa. Karena itu ia menilai pemerintah perlu untuk lebih serius untuk memerangi perdagangan narkoba di Indonesia.

“Perhitungannya, satu kilogram sabu itu bisa dipakai oleh 4000 jiwa, dikalikan dengan total penangkapan 10.1juta jiwa telah terselamatkan,” katanya.

Hal ini menunjukkan keseriusan Polri dalam memberantas peredaran gelap narkoba, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo untuk menghantam para pelaku narkoba.

Faisal mengajak kepada seluruh elemen masyarakat dan lembaga untuk mendukung kinerja Kepolisian karena pemberantasan narkoba di Indonesia harus lebih dipertegas demi menyelamatkan generasi masa depan bangsa Indonesia.

Hal senanda juga dikatakan  oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dalam jumpa pers di jakarta, Tim Polri mengungkap kasus peredaran narkoba sebanyak 2,5 ton sabu. Barang bukti sebanyak itu didapatkan dari penindakan dari sejumlah tempat.

“Dan kalau kita lihat dari sisi bahayanya, dengan kita amankan 2,5 ton narkoba ini. Maka bisa kita amankan kurang lebih 10,1 juta jiwa masyarakat yang kita selamatkan,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Hal itu disampaikan Sigit dalam konferensi pers pengungkapan kasus narkoba di Mabes Polri, Rabu (28/4/2021). Turut hadir dalam konferensi pers ini Menkeu Sri Mulyani, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto serta jajaran dari BNN.

Dalam kasus ini, Satgas Polri menangkap total 18 tersangka, terdiri dari 17 WNI dan 1 WN Nigeria.

Para tersangka ditangkap di Meulaboh, Aceh Barat pada tanggal 15 April 2021 malam. Dari 18 tersangka itu disita sabu seberat 2,5 ton. Dan beberapa titik penangkapan lain nya yang tersebar di beberapa titik
Delapan belas tersangka ini ditangkap di beberapa lokasi, mayoritas di Aceh.

Di TKP pertama yakni di Lampaseh Kota, Kuta Raja, Kota Banda Aceh; TKP kedua di Pantai Lambada Lhok, Kabupaten Aceh Besar. Kemudian TKP 3 di Lorong Kemakmuran, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh dan TKP keempat di pertokoan Daan Mogot, Jalan Tampak Siring, Jakarta Barat.

Ini bukan kali pertama Satgas Merah Putih mengungkap jaringan besar narkotika. Sebelumnya, pada Juli 2017 tim gabungan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok berhasil mengungkap perjalanan satu ton sabu yang berasal dari China di Anyer.

Berdasarkan temuan tersebut Polri menyadari bahwa perkembangan perdagangan narkotika jenis sabu sangat masif masuk ke Indonesia melalui jalur laut.

Polri membentuk Satgassus Merah Putih yang bertugas membendung potensi perdagangan narkotika yang cukup masif masuk ke Indonesia dari luar negeri.

Pada Mei 2020 Satgassus Polri berhasil mengungkap penyelundupan sabu seberat 821 kg di Pelabuhan Ratu. Selanjutnya, pada Juni 2020 berhasil mengungkap 400 kg sabu di wilayah Sukabumi.

Kemudian pada Desember 2020 Satgassus berhasil mengungkap jaringan narkoba internasional dengan barang bukti 200 kg sabu-sabu di wilayah Petamburan Jakarta.

Berdasarkan penangkapan yang dilakukan pada 2020 tersebut didapatkan bahwa pemasok utama sabu ke Indonesia dengan jumlah yang masif berasal dari Timur Tengah.

Saat ini Satgassus masih mengembangkan kasus tersebut. Para tersangka ditahan dengan jeratan Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 113 ayat (2) lebih subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana ayat 1 ditambah 1/3.

Pewarta: Faisal

Editor: Zainul Nasti

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan