banner 728x250

FSPMI segera laporkan dugaan investasi bodong di UKK PTPN III PARAS

  • Bagikan
Wardin Ketua KC.FSPMI Labuhanbatu.
banner 468x60

RANTAUPRAPAT | Terkait dengan dugaan investasi bodong di Unit Koperasi Karyawan PT Perkebunan Nusantara III (KOPKAR NUSATIGA) Pabrik Kelapa Sawit Aek Nabara Selatan (PARAS) Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara (SUMUT), yang merugikan pekerja hingga ratusan juta Rupiah, Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC. FSPMI ) Labuhanbatu segera melimpahkannya ke Penegak Hukum.

Hal ini disampaikan oleh Wardin Ketua KC.FSPMI Labuhanbatu kepada wartawan Online, Jum’at (16/04) di Rantauprapat.

banner 336x280

“Setelah kami mendapat jawaban klarifikasi dari Johannes Siregar, Ketua UKK Nusa Tiga PARAS yang baru, yang membenarkan bahwa modal investasi dari semua pekerja tidak ada tercatat dalam buku Kas Koperasi, maka Paling lambat Senin (19/04) permasalahan ini kami limpahkan ke Penegak Hukum guna penyelesaiannya, laporan sedang disusun oleh Sekretaris,” kata Wardin.

Wardin dalam kapasitasnya sebagai Kuasa Pendamping lebih Lanjut mengatakan, dari bukti- bukti yang diserahkan kepadanya, benar Johannes Siregar yang baru menjabat sebagai Ketua UKK.l Nusa Tiga PARAS, tidak ada keterlibatannya, dan kalaupun dipanggil oleh penyidik kapasitasnya hanya sebagai Saksi,” ujar Wardin.

Adapun yang diduga terlibat dan menanda tangani Surat Perjanjian Kontrak Kerjasama adalah MHH Jabatan Ketua, SI Jabatan Bendahara, SH Jabatan Sekretaris, MS Pegawai administrasi dan HS suami MS, sesuai informasinya MS dan Suaminya HS saat ini sudah melarikan diri.

“Selain nama-nama tersebut diatas kita juga meminta kepada Penegak Hukum untuk memanggil Badan Pemeriksa (BAPEM) selaku pihak yang bertanggung jawab didalam mengontrol dan mengawasi kegiatan operasional Koperasi, dan Auditor dari Kantor Akuntan Publik ( KAP ) selaku pihak yang bertanggung jawab melakukan audit di UKK Nusa Tiga PARAS.

Sedangkan pasal pidana yang kita mintakan kepada penegak hukum untuk nantinya diterapkan kepada para terduga sebagai pelaku adalah pasal 374 Jo 378, Jo 55,56 KUH Pidana,” ujar Ketua KC. FSPMI Labuhanbatu ini.

Kemudian seluruh investor yang katanya menyerahkan uang ke Pengurus Koperasi bukan anggota UKK Nusa Tiga PARAS.

“Kalaupun benar hal ini terjadi, maka perbuatan ini murni dilakukan oleh oknum yang mengatas namakan UKK Nusa Tiga PARAS, dan Saya akan tetap koperatif untuk menghadiri panggilan dari Penyidik guna memberikan keterangan,” jelasnya.

“Terkait adanya informasi tentang dugaan para pengurus yang lama terlibat, Saya No.Comen,kita serahkan saja prosesnya ke penegak hukum kalau memang akhirnya permasalahan ini dibawa ke jalur Hukum,” ujarnya.

Sementara Syamsul Rizal Sirait, Manager PTPN III PARAS saat dikonfirmasi terkait dengan permasalahan ini, menjelaskan, bahwa UKK Nusa Tiga PARAS adalah organisasi diluar organisasi perusahaan.

“Sehingga Saya tidak memiliki kapasitas untuk memberikan komentar dan penjelasan,” pungkasnya.

Pewarta: Anto Bangun/IwB

Editor: Zainul Nasti

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan