banner 728x250

Ditengah COVID-19 Para mafia kayu semakin merajalela di Karo

  • Bagikan
Tim WALANTARA ketika berada di lokasi pemblakan liar hutan di Tanah Karo.
banner 468x60

VALITO.ID | TANAH KARO | Penebangan kayu secara ilegal semakin merajalela ditengah wabah Pandemi Corona Virus Disease ( Covid – 19 ), masih banyak terlihat penebangan kayu di kawasan hutan lindung yang dilakukan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab.

Salah satu dari titik hutan lindung yang di tinjau oknum wartawan bersama Team investigasi WALANTARA yang di pimpin Ketua DPD WALANTARA Kab. Karo, Daris Kaban, (6/10) lalu, dari pantauan, terlihat adanya dugaan penebangan kayu tak berizin/ liar di kawasan Hutan Lindung Siosar Kecamatan Merek Kabupaten Karo.

banner 336x280

“Ketika kami meninjau kelokasi, ternyata memang benar adanya, bahwa banyak terlihat kayu tumbang berserakkan di tengah hutan. Ada yang sudah di jadikan papan, namun masih banyak juga yang tumbang, namun di biarkan begitu saja, tapi sayang aktifitas penebangan sepertinya sudah terhenti,” ujar Daris Kaban.  

Daris Kaban yang langsung terjun ke lapangan mengatakan, jangan sampai hutan Siosar habis di tebangi secara Ilegal.

“Hanya untuk kepentingan individu saja, namun dampak buruknya berefek bagi masyarakat luas, khususnya di Tanah Karo. Kasus penebangan liar yang di Jl. Jahe saja belum tertangani oleh aparat penegak hukum, sekarang lagi-lagi terjadi penebangan diarea hutan lindung Siosar, kalau begini habislah hutan kita dengan diamnya aparat dan Dinas Kehutanan Kab.Karo/Sumut,” ujarnya kesal.

(Ketua DPD WALANTARA Kab. Karo, Daris Kaban)

Daris menambahkan, masih banyak terlihat penebangan kayu secara ilegal di Tanah Karo. Ada yang sudah di proses karena tertangkap, tapi proses tersebut masih menggantung. Dikatakannya, bahwa masih banyak lagi titik- titik lain. Ketika diselidiki ternyata kegiatan pembalakkan kayu tersebut adalah liar alias tanpa mengantongi izin dari Dinas terkait.

“Saya berharap disini, agar aparat penegak hukum beserta pihak kehutanan juga Pemerintah Desa setempat dan warga lainnya lebih peka terhadap kelestarian alam, agar kiranya sama – sama kita dapat melestarikan alam Nusantara ini,” harap Daris Kaban.

Saat di konfirmasi via telpon, Sekjen walantara, M Safri Brahmana SH  mengutuk para perambah hutan tersebut. Dalam komunikasinya ia mengatakan akan menyurati pihak terkait seperti Kapoldasu, kehutanan Sumut untuk segera membentuk tim khusus melakukan investigasi dan menindak pelakunya, karena isu yang beredar bahwa kegiatan perambahan tersebut di back up oleh aparat berseragam.

“Hutan Indonesia merupakan kekayaan Nasional yang tak ternilai harganya yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa kepada bangsa Indonesia dan hutan juga merupakan paru-paru Dunia, mari bersama-sama kita menjaga dan merawatnya. Keberadaan hutan sebagai bagian dari sebuah ekosistem yang besar memiliki arti dan peran penting dalam menyangga sistem kehidupan, berbagai manfaat dapat diperoleh dari keberadaan hutan melalui fungsinya, baik sebagai penyedia sumber daya air,sebagai nafas bagi manusia,” terangnya.

Dipaparkannya, jika banyak manfaat yang diperoleh dari hutan, seperti yang tertuang didalam Pasal 33 ayat (3) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa, Bumi dan Air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Oleh karenanya, hutan dengan berbagai fungsinya harus dimanfaatkan secara terencana, rasional, optimal, dan bertanggung jawab sesuai dengan kemampuan daya dukungnya, serta dengan memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup guna mendukung pengelolahan hutan dan pembangunan kehutanan yang berkelanjutan. 

“Sedangkan pembalakkan liar adalah bentuk penyimpangan dari pemanfaatan hutan yang seharusnya. Akibat pembalakan liar, hutan tidak lagi dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Pembalakkan liar menjadi ancaman kepunahan fungsi ekologi hutan tropis Indonesia.  Penebangan kayu ilegal dapat berdampak buruk bagi kehidupan berbagai komunitas secara lintas generasi,akan terjadi ancaman kekeringan, bahaya banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, dan menipisnya lapisan ozon, juga dapat mengakibatkan pemanasan global dan perubahan iklim menjadi ancaman bagi keberlangsungan dan 
keberlanjutan kehidupan ummat manusia,” jelas M Safri Brahmana SH.

Menurut Info dari Kepala Desa Suka Meriah Jani Ginting yang desanya terletak di sekitar Hutan Lindung Siosar, saat di konfirmasi wartawan pada Selasa, 9 Juni 2020 sekira pukul 15.36 Wib mengatakan, bahwa jajaran dan dirinya sering melihat aktivitas pengeluaran kayu pada malam hari.

Pewarta : Rudi Brahmana

Editor: Arif

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan