banner 728x250

Diduga limbah PKS PT SMA Asian Agri Group Aek Nabara cemari Sungai Perbaungan

  • Bagikan
banner 468x60

LABUHANBATU | Tercemarnya ekosistim Sungai hingga berdampak kepada mati dan musnahnya sebagian biota air yang diduga diakibatkan oleh limbah cair Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) bukanlah rahasia umum lagi di Negeri ini, masyarakat yang terdampak pun merasa sangat dirugikan, dikarenakan air yang kotor dan berbau busuk tidak lagi dapat dimanfaat sebagai sumber kehidupan.

Hal ini tidak berbeda dengan yang dirasakan masyarakat Desa Perbaungan Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara.

banner 336x280

Sabtu (05/06) beberapa orang masyarakat Desa Perbaungan datang ke PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) Kebun Aek Nabara Selatan ( KANAS) melakukan komplain karena menemukan banyak ikan di Sungai Perbaungan mati, dan diduga penyebab kematian ikan- ikan tersebut akibat limbah yang berasal dari PMKS PTPN III Aek Nabara Selatan (PARAS)

VALITO.id mencoba menelusuri mencari tahu tentang kebenarannya ke PTPN III KANAS dan PARAS Sabtu (05/06)

Hendri Halim, SP Manager PTPN III KANAS melalui Erwinsyahputra Asisten Afdeling II saat dikonfirmasi Sabtu (05/06) memberi penjelasan.

“Benar
salah satu warga yang tinggal di Desa Perbaungan melihat banyak ikan yang mati di aliran Sungai Perbaungan,kemudian mengkonfirmasi
management PTPN III KANAS karena menduga sumber pencemaran berasal dari Land Aplication (LA)milik PTPN III Kebun Aek Nabara Selatan.

Management kemudian memberi penjelasan bahwa limbah tersebut tidak berasal dari LA, PTPN III KANAS diduga berasal dari PMKS PT Supra Matra Abadi (PT SMA) Asian Agri Group Aek Nabara.

Dan pada pukul 16.00 WIB warga Desa Perbaungan, Wiharno Kepala Dusun dan Azmain, SP anggota DPRD Labuhanbatu, meninjau langsung ke lokasi areal sungai yang tercemari limbah tersebut.

Dan benar adanya dugaan bahwa limbah tersebut berasal dari limbah cair PMKS PT. SMA Asian Agri Group, selanjutnya mereka menemui management PT SMA Asian Agri Group.”Ujar Erwin.

Lanjutnya.
“Jumat pagi (04/06) Eriadi,
Suheri Istrada, dan Toni irawan petugas _Land Application_ (LA) Afdeling II PTPN III KANAS melakukan pemeriksaan rutin jalur pengaliran limbah, tiba-tiba petugas melihat aliran Sungai Perbaungan airnya berwarna coklat berbau busuk, yang diduga tercemar air limbah,lalu petugas LA tersebut menelusuri aliran sungai dan mendapati banyak ikan yang mati akibat pencemaran limbah tersebut.

Setelah di telusuri, diketahui sumber limbah tersebut diduga berasal dari Limbah milik PT. Supra Matra Abadi (SMA) Asian Agri Group, sebab hilir dari aliran limbah tersebut menuju ke aliran sungai yang berada di pemukiman masyarakat Desa Perbaungan, Kec. Bilah Hulu, Kab. Labuhan Batu” Jelas Erwin.

Sementara Syamsul Rizal Sirait Manager PMKS PTPN III PARAS, melalui humasnya Sugiat saat dikonfirmasi mengatakan.

“Sabtu (05/06) sekira pukul 15:00 WIB kami mendapat kabar dari petugas Land Aplication (LA) Afdeling II PTPN III KANAS, bahwa masyarakat Desa Perbaungan merasa aliran sungai tercemar limbah.

Mendapati informasi tesebut langsung dilakukan pengecekan jalur LA Afdeling II PTPN III KANAS, dan hasilnya tidak ada kebocoran atau limpahan air limbah yang mencemari sungai, dan petugas LA kemudian melaporkannya kepada Kadus Desa N5

Atas laporan petugas LA tersebut, Kadus N5 mengundang 2 org perwakilan dari Desa Perbaungan, yang terdiri dari Suharno Kepala Desa Perbaungan dan Azmain,SP anggota DPRD Labuhanbatu, untuk bersama – sama melihat sumber limpahan air limbah yang mencemari sungai.

Kamipun langsung menuju aliran sungai di perbatasan PTPN III KANAS dengan PT SMA Asian Agri Group, dan ditemui air sungai sudah berwana kehitaman dan berbau limbah yang sangat menyengat.

Kemudian Kadus dan perwakilan masyarakat menghubungi pihak PT SMA Asian Agri Group, tidak berselang beberapa lama, hadir petugas limbahPT.SMA Asian Agri Group, dan pada saat itu semua pihak menyimpulkan limbah bukan dari PTPN III KANAS, akan tetapi diduga berasal dari PT.SMA Asian Agri Group ,selanjutnya Kadus dan Perwakilan masyarakat mendatangi menagement PT.SMA Asian Agri Group” Kata Sugiat.

Terpisah Wiharmo, Kepala Dusun Desa Perbaungan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, mengatakan.
” Tidak bisa di pastikan limbah berasal darimana karena saat ke lokasi tadi, air sudah jernih, karena sudah 3 hari kejadiaan ya,jadi kita tidak bisa mengatakan sumber pencemaran dari PT SMA Asian Agri Group” Sebutnya singkat.

Ketika permasalahan ini diklarifikasi kepada Kevin, Human Resource Development (HRD) Asian Agri Group di Medan melalui pesan singkat Sabtu (05/06), ianya menjawab.
“Unit kami di Aek Nabara sedang melusuri kembali” jawabnya Singkat.(Anto Bangun/Iwan Black)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan