banner 728x250

Diduga langgar prokes, Polisi tangkap sejumlah kader HMI saat aksi bela Palestina, GMNI DKI: Jika dibiarkan kondisi ini akan berbahaya dan dapat membawa bangsa kembali pada situasi gelap sebelum reformasi

  • Bagikan
Foto: Kepolisian ketika mengambil tindakan untuk mengamankan sejumlah massa aksi dan dibawa ke Polda Metro Jaya.(Art)
banner 468x60

DKI JAKARTA | Polisi melakukan penangkapan sejumlah kader HMI saat mengikuti aksi bela Palestina di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS). Jum’at, (20/5/2021).

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Hengky Haryadi membenarkan adanya penangkapan tersebut.

banner 336x280

“12 orang (yang ditangkap) tapi HMI dari mana kami belum cek lagi,” kata Hengky di Jakarta Pusat, Jumat 21 Mei 2021.

Hengky mengatakan, belasan kader HMI itu ditangkap lantaran berpotensi menimbulkan kericuhan saat aksi damai bela Palestina.

Massa HMI MPO itu juga dinilai tidak mengindahkan imbauan kepolisian yang telah menentukan titik aksi.

“Kelompok ini (HMI) mencoba membakar ban di depan sana dan menimbulkan kericuhan kemudian melawan arus maka kita imbau untuk pindah ke tempat yang kami tentukan,” tuturnya

Teofilus Mian Parluhutan selaku Ketua Bidang Analisis Kebijakan Publik GMNI DKI Jakarta menyayangkan peristiwa penangkapan terhadap kader HMI yang melakukan aksi damai

Teofilus melihat adanya penyalahgunaan kewenangan dan pembungkaman suara kritis dalam demonstrasi tersebut.
“jika dibiarkan kondisi ini akan berbahaya dan dapat membawa bangsa kembali pada situasi gelap sebelum reformasi.”

Lanjut Teofilus, tindakan yang dilakukan kepolisian tersebut tidak lain dari suatu perbuatan arogansi belaka.
“Ini adalah bentuk nyata pembungkaman di setiap di berbagai bentuk menyampaikan pendapat sekarang itu yang terjadi,” katanya.

Dia menilai, saat ini polisi cenderung memberi batas kepada masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat. Menurut teofilus apa yang dilakukan oleh personel polres metro jakarta pusat di depan kedutaan besar amerika tidak mencerminkan konsep Presisi yang digagas oleh Kapolri Listyo Sigit.

“Seharus nya aparat kepolisian lebih menggunakan pendekatan Restorative justice daripada melakukan tindakan tindakan represif di lapangan” Ucap Teofilus.

Adapun massa aksi yang ditangkap tersebut kata Teofilus berjumlah sekitar 20 orang.

Sebelumnya, setidaknya ada belasan anggota Himpunan Mahasiswa Islam, yang turut melakukan aksi bela Palestina di sekitaran Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) ditangkap polisi.

Belasan anggota HMI itu lantas dibawa ke Mapolda Metro Jaya.

Penangkapan itu dilakukan pihak kepolisian lantaran kelompok massa aksi itu dinilai abai dengan aturan protokol kesehatan

Puncaknya polisi kemudian mengambil tindakan untuk mengamankan sejumlah massa aksi dan dibawa ke Polda Metro Jaya.

Pewarta: Art

Editor: Zainul Nasti

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan