banner 728x250

Di duga menduduki kawasan hutan produksi, Efendi di laporkan ke Polisi

  • Bagikan
Koperasi Tani Mandiri
banner 468x60

VALITO.ID | LABUHANBATU UTARA | Koperasi Tani Mandiri telah melaporkan Efendi (40), Warga Tanjung Balai dkk. Atas Perkara dugaan menduduki atau menguasai kawasan hutan produksi tanpa izin dari Menteri Kehutanan Republik Indonesia. Laporan tersebut sesuai dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor : /34/YAN 2.5/1/2020/SPKT/RES-LB Pada Tanggal 9 Januari 2020 sekira pukul 16:00 Wib.

Demikian hal tersebut disampaikan H. Muhammad Wahyudi selaku Ketua Koptan Mandiri kepada wartawan VALITO.id, Jum’at (12/6/2020) di Kantor HTR Koptan Mandiri di Desa Air Hitam.

banner 336x280

‘’Yang kami laporkan ialah diduga Sdra. Efendi dan kawan-kawannya telah mengerjakan dan atau menggunakan atau menduduki kawasan Hutan Produksi secara tidak sah dan atau turut serta melakukan kejahatan itu. Lokasi kejadian tersebut di Dusun Sei Dua Desa Air Hitam Kecamatan Kualuh Leidong,” cetus Wahyudi.

Pihak media sewaktu menanyakan hal laporan tersebut, Wahyudi menjawab, bahwa areal lokasi yang dikuasai atau di usahai oleh Efendi tersebut berstatus kawasan hutan produksi dan berada dalam Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK-HTR). Ditambahkanny, bahwa pada Hutan Tanaman Rakyat dalam Hutan Tanaman yang diberikan Kepada Koperasi Tani Mandiri Sesuai Dengan Surat Keputusan Bupati Asahan Nomor : 438-HUTBUN/2010. Tanggal 10 November 2010 Tentang Pemberian Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Tanaman Rakyat dalam Hutan Tanaman Kepada Koperasi Tani Mandiri seluas 1.232,61 Ha.

“Pada dasarnya keseluruhan lokasi areal HTR Koptan Mandiri berada di Kabupaten Asahan setelah adanya Keputusan Mendagri Tentang Tapal Batas Asahan Labuhanbatu Utara. Areal Lokasi HTR Koptan Mandiri menjadi terletak di dua Daerah yakni sebagian di Asahan dan sebagian lagi di Labuhanbatu Utara,’’ papar Wahyudi.

Diketahui, bahwa laporan yang disampaikan oleh Koptan Mandiri selaku pemilik izin HTR kepada Polres Labuhan Batu hal tersebut sedang diproses sebab pihak Kepolisian Polres Labuhan Batu Sudah mengirimkan surat SP2HP Kepada Koptan HTR Mandiri dengan Nomor: B/723/V/Res.5.6/2020/Reskrim pada tanggal 13 Mei 2020.

Dalam surat tersebut pihak kepolisian sudah meminta keterangan dari para kepala desa terdahulu yakni Sdr Suherman, Sdr Suwarno dan Sdr Nawawi. Atas hal tersebut pihak kepolisian juga sudah membuat surat permintaan pengecekan lokasi, pengambilan titik kordinat permintaan ahli dan data kepada UPT. KPH Wilayah III Kisaran dan juga sudah meminta keterangan Efendi dkk. Yang ditandatangani oleh AKP. Parikhesit, SH., S.I.K., M.H. Selaku Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu.

Hal yang senada, Timbun Pandiangan, SH. Selaku pendamping HTR dari Kementerian Kehutanan BPSKL Wilyah Sumatera mengatakan, Koperasi Tani Mandiri melaksanakan program penghijauan sesuai yang di canangkan oleh pemerintah.

‘’HTR yang kita dampingi telah menjalankan program pemerintah melalui Kementerian Kehutanan. Namun Ketika Koperasi Tani Mandiri melaksanakan aktivitas tersebut Koptan Mandiri menemukan adanya oknum yang melakukan kegiatan menduduki dalam kawasan hutan tepat pada posisi izin HTR Koptan Mandiri. Atas dasar itulah Koperasi tani mandiri melaporkan Sdr Efendi dkk ke pihak yang berwajib,” pungkas Pandiangan.

Pewarta:  Darwin Marpaung 

Editor: Arif

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan