banner 728x250

Derita janda tunanetra di posting ke Facebook, El: Kadus mendatangi rumah saya, untuk mempertanggungjawabkan (postingan) saya

  • Bagikan
Sutiem, janda berumur 78 thn yang tunanetra belum mendapatkan perhatian pemerintah daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel).
banner 468x60

VALITO.ID | LABUHANBATU SELATAN | adalah Sutiem, janda berumur 78 thn yang tunanetra belum mendapatkan perhatian pemerintah daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Sutiem sang tunanetra, warga Dusun Gunung Menahan, Desa Kampung Perlabian, Kecamatan Kampung Rakyat menangis tersedu, dikarenakan nasib yang di deritanya. Pasca Covid-19 banyak bantuan yang di berikan oleh pemerintah pusat atau daerah dan desa. Namun dirinya hanya mendengar saja dan merasa bahwa dirinya sampai saat ini belum mendapatkan bantuan apapun, seperti bantuan tunai dan sembako dari pemerintah.

banner 336x280

“Sampai saat ini, saya belum mendapatkan bantuan,” ujarnya dengan air mata berkaca-kaca, Selasa pagi, (2/6) di kediamannya.

Salah satu Warga, El merasa prihatin, dan menggungah nasib sang tunanetra tersebut ke medsos Facebook. Dan hal tersebut langsung di tanggapi oleh kepala kadus setempat. Namun kadus tersebut merasa kecewa dengan postingan El.

“Kadus, yang tidak tau namanya mendatangi rumah saya, untuk mempertanggungjawabkan atas apa yang saya lakukan,” ujar El,.

El pun bertanya maksud dan tujuan kadus tersebut mendatanginya.
“Kadus tersebut mengatakan, bahwa saya telah mencemarkan nama baik kades, Selasa ini saya harus datang ke kantor kepala desa untuk mempertanggungjawabkan semua itu di kantor desa,” kata El.

Kemudian, El pun datang ke kantor kepala desa untuk mempertanggungjawabkan hal tersebut. El pun memenuhi intruksi kadus, dan sesampainya di kantor kepala desa, sang kades tidak berada di tempat.

“Kadesnya enggak ada, dan terselang berapa menit, perangkat desa pun memastikan, bahwa benar kades tidak ada di tempat, kata mereka, lagi bertugas. Jadi saya meminta nomor Hp atau Whatsapp kades, tapi tak diberikan. Sampai sekarang tidak mendapatkan penjelasan dari kades atau pun masyarakat,” jelas El.

Reporter: Duanda
Editor: Arif

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan