Deputi VII BIN: Tidak ada anggota kami yang ditangkap FPI, itu hoaks

  • Bagikan
banner 468x60

JAKARTA | Badan Intelijen Negara (BIN) angkat bicara terkait beredarnya kabar yang menyebut tiga anggotanya tertangkap oleh laskar Front Pembela Islam (FPI) di kawasan Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Adalah Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Hari Purwanto, yang menanggapi beredarnya informasi tersebut. Dia menegaskan, video penangkapan tiga anggota BIN oleh laskar FPI adalah hoaks.

banner 336x280

Itu hoaks, kata Wawan dalam keterangannya di Jakarta pada Minggu (20/12/2020).

Wawan menyebut, tidak ada nama-nama anggota BIN sebagaimana yang tertangkap dan dilansir oleh Laskar FPI tersebut. Menurutnya, ketiga orang yang ditangkap itu adalah anggota BIN gadungan.

Mereka semua yang disebutkan oleh FPI jelas bukan anggota BIN, alias anggota BIN gadungan, ujar Wawan.
Selain itu, Wawan mengatakan, tidak ada operasi intelijen dengan nama sandi Delima. Menurutnya, pihaknya tak perlu membuntuti pimpinan FPI Rizieq Shihab. Sebab, bertemu langsung saja bisa.

Tidak ada operasi yang bernama operasi Delima di BIN. Untuk apa membuntuti pimpinan FPI, ketemu langsung saja bisa, ucap Wawan.

Lebih lanjut, Wawan menanggapi soal kartu anggota BIN saat penangkapan itu. Menurut dia, kartu anggota yang digunakan ketiga orang yang tertangkap itu palsu.
Sebab, anggota BIN tidak mungkin membawa kartu anggota saat melakukan operasi.
Membawa kartu identitas tidak mungkin dilakukan dalam operasi intelijen, ucap Wawan.

Wawan mengungkapkan, banyak orang mengaku-aku sebagai anggota BIN di berbagai wilayah Indonesia. Karena pengakuan sepihak itulah, banyak juga yang dijatuhi hukuman di pengadilan.
Selain itu, Wawan melanjutkan, tidak benar ada Deputi 22 di BIN. Termasuk Surat Perintah (Sprint) tertulis operasi apapun, itu tidak ada.

Dia menegaskan, kalau ada surat perintah berisi nama dan sandi operasi secara tertulis, dapat dipastikan semua itu tidak benar. Sebab, di BIN tidak lazim ada tugas operasi menggunakan sprint terlebih dahulu.

Jadi, jika ada orang yang mengaku-ngaku dari BIN silakan dilaporkan kepada pihak berwajib, ucap Wawan.

Sebelumnya, beredar video berdurasi 5 menit 2 detik yang memperlihatkan tiga orang disebut-sebut sebagai anggota BIN ditangkap oleh laskar FPI di Megamendung, Bogor, Jawa Barat. 
Awalnya, ketiga orang itu mengaku sebagai wartawan karena menunjukkan kartu pers. Namun, setelah diperiksa, laskar FPI mengklaim menemukan kartu tanda anggota BIN di dalam dompet ketiga orang tersebut.

Tak hanya itu, laskar FPI juga menemukan barang bukti lain. Itu di antaranya drone dan uang tunai dari ketiga orang yang diduga anggota BIN tersebut.

Pewarta: Art

Editor: Zainul Nasti 

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan