Demo tolak Omnibus Law di Labuhanbatu ricuh, beberapa mahasiswa diamankan

  • Bagikan
Aksi demo mahasiswa dan Buruh di Gedung DPRD Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (8/10/2020). (Rico/valito.id)
banner 468x60

LABUHANBATU | Aksi demo mahasiswa dan Buruh di Gedung DPRD Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (8/10/2020) berakhir ricuh. Ada beberapa mahasiswa diamankan Polisi.

Adapun mahasiswa yang diamankan antara lain, Indra gunawan, reza kurniawan, Olia Fahmi, Kendi, Al fauzan, Robi Romansa, Edi Suprayogi, Joko Prianto dan Alvin.

banner 336x280

Sedangkan Kasat Intel Polres Labuhanbatu AKP Edi Hutahuruk terluka dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit.
Hal itu juga di alami rekan media Hj Norma Rambe yang terkena lemparan batu saat terjadi bentrok. Norma yang saat terjadi aksi meliput dari halaman gedung DPRD.

Saya juga kena lempar, ini bagian kepala saya kena, tetapi tidak sampai terluka, katanya di hadapan adik mahasiswa yang di amankan.

Pantauan wartawan di lokasi, bentrokan itu terjadi setelah ratusan mahasiswa dan buruh tidak puas dengan penjelasan Pimpinan DPRD Labuhanbat, Abdul Karim Hasibuan yang hadir. Sedangkan pimpinan lain tiga orang lagi termasuk Ketua DPRD Hj Meika Riyanti SH tidak berada di lokasi demo, sehingga ketidak hadiran para pimpinan DPRD Labuhanbatu membuat massa aksi kecewa.

“Kami setuju menandatangani tuntutan masa, ada 4 pimpinan di kantor ini, hanya satu yg tidak hadir. Dan karena 3 setuju, maka kami siap menandatangani tuntutan adik adik mahasiswa,” ucap Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu Fraksi Partai Gerindra, Abdul Karim.

Mendengar penjelasan itu, massa tidak terima dan bentrokan tidak dapat dihindari. Kemudian 1 unit mobil Water Canon diturunkan dan langsung batu dan air mineral terbang kearah polisi yang berjaga.

Selanjutnya, Polisi membubarkan massa dan menghentikan aksi unjuk rasa.

Hingga saat itu, polisi masih terlihat berjaga. Sedangkan massa masih berkumpul di Masjid Al Ikhlas Ujung Bandar Rantauprapat.

Pewarta: Rico
Editor: Arif

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan