banner 728x250

BPJS Kesehatan kejam dan sadis, orang ini didenda hingga 2,5 juta Rupiah

  • Bagikan
Surat dari Rumah Sakit terkait denda yang harus dibayarkan ke BPJS Kesehatan.
banner 468x60

MEDAN | Warga yang lemah ini merasa terkejut oleh BPJS Kesehatan lantaran denda iuran yang ditujukannya terkesan kejam dan sadis serta seperti tidak berprikemanusiaan alias komunis. Apalagi denda tersebut dirasakan begitu berat oleh warga ini, ditambah lagi dimasa pandemi Covid 19 ini, dimana segala sektor perekonomian belum kondusif.

Adalah warga tersebut, ZA Nasution, warga Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan mengeluhkan denda yang ditujukannya kepadanya. Kini ia harus mencari uang pinjaman kesana kemari agar dapat menebus denda dari BPJS Kesehatan.

banner 336x280

Bermula, ZA Nasution mengeluhkan rasa sakit batuk menyertainya dan ingin berobat ke salah Rumah Sakit di Medan. Karena ia sadar bahwa dirinya memiliki kartu BPJS Kesehatan yang telah diurusnya, maka ia langsung membayar iuran BPJS Kesehatan tersebut.

(Bukti pembayaran iuran BPJS Kesehatan)

Namun ia merasa sadar, lantaran ia akan dikenakan denda oleh BPJS Kesehatan sebanyak Rp 2.500.000, (Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) dikarenakan tidak aktif membayar iuran BPJS Kesehatan selama 2 tahun lebih.

Namun, warga yang berprofesi sebagai wartawan itu kini harus mencari uang pinjaman kesana kemari.
“Uang sebanyak itu harus didapatkannya agar bisa lolos dari pembayaran dari Rumah Sakit,” terang ZA Nasution, Jumat, (5/2) di RS Sufina Aziz Medan.

Sementara, pihak pengurus BPJS Kesehatan Kotapinang yang namanya enggan dituliskan mengatakan, bahwa denda tersebut memang harus dibayar.
“Memang sistemnya seperti itu bang,” kata pengurus BPJS Kotapinang.

Pewarta: Zainul Nasti
Editor: Zainul Nasti

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan