Belasan omak-omak di Labura datangi kantor desa, pertanyakan Bansos Covid-19

  • Bagikan
Belasan ibu rumah tangga ketika mendatangi kantor kepala desa.
banner 468x60

VALITO.ID | LABUHANBATU UTARA | Belasan ibu rumah tangga alias omak-omak warga Desa Tanjung Pasir Kecamatan Kualuh Selatan Kab. Labura mendatangi Kantor Kepala Desa Tanjung Pasir untuk mempertanyakan terkait (Bansos) Bantuan Sosial bagi warga yang terdampak Covid-19. Rabu (3/6), di Kantor Desa Tanjung Pasir Jln. Lintas Tanjung Pasir Gunting Saga.

Kedatangan belasan warga itu disambut oleh Sartono Kepala Desa Tanjung Pasir dengan meminta kepada warga agar masuk ke ruang Aula Kantor Desa Tanjung Pasir.

banner 336x280

Pada kesempatan itu, Sartono merasa berterimakasih atas kedatangan para warga. Kemudian ia bertanya mengenai maksud dan tujuan warga datang ke Kantor Desa Tanjung Pasir tersebut.

Satu persatu dari warga yang datang menyampaikan informasi dan aspirasinya. Dari Seorang Warga mencetus kan, bahwa ada warga yang mendapatkan bantuan dobel, dan ada yang tidak layak dapat bantuan namun mendapatkan bantuan serta ada yang layak tapi tidak mendapatkan bantuan.

Setelah mendengar pemaparan dari belasan Ibu-ibu tersebut. Sartono meyakinkan nama-nama warga para ibu-ibu yang datang sudah masuk dalam daftar usulan bantun sosial yang terdampak Covid-19 pada bulan berikutnya.

Jumlah Penduduk Desa Tanjung Pasir sebanyak 2.850 KK, namun yang mendapat bantuan sebanyak 747, mendapat bantuan dari Kabupaten sebanyak 745. Dan juga mendapat bantuan dari Provinsi Sumatera Utara. Dari BLT DD sebanyak 196 KK. Juga dari BST Pos sebanyak 345 KK. Maka total jumlah warga Desa Tanjung Pasir yang mendapatkan bantuan akibat terdampak Covid-19 tersebut, sebanyak 2.033 KK, jelas Kades.

Mengenai warga yang mendapat bantuan dobel. Itu diluar wewenang Saya. Jika tidak saya salurkan, maka saya akan bermasalah. Saya salurkan pun bermasalah. Sebab bantuan yang dobel itu datanya diambil oleh provinsi dari data DTKS, terang Kades.

Kades menjelaskan, bahwa ada beberapa jenis bentuk bantuan pemerintah kepada masyarakat akibat terdampak Covid 19 yakni, bantuan dari PKH, BPNT, BST Pos, BLT DD, DTKS, dan non DTKS.

Senada dengan kades, Sekretaris Desa Tanjung Pasir, Nurdin Panjaitan mengatakan, bahwa pada dasarnya Pemdes sudah mendata siapa-siapa orang yang berhak mendapatkan bantuan sosial akibat terdampak Covid-19. Tumpang tindih data yang terjadi itu dari DTKS dan DTKS bukanlah tanggung jawab dari Pemdes Tanjung Pasir. Demikian juga data bantuan yang bersumber dari Pemerintah Provsu juga dari BST.

Kapolsek Kualuh Hulu diwakili oleh Wakapolsek, Iptu D Nainggolan membenarkan adanya balasan ibu-ibu warga Desa Tanjung Pasir mendatangi Kantor Desa Tanjung Pasir.

Benar belasan ibu-ibu datang ke Kantor Desa Tanjung Pasir kedatangan mereka untuk mempertanyakan Bansos bagi warga yang terdampak Covid-19. Jumlah warga yang datang sebanyak 19 orang. Ternyata hanya 7 orang dari 19 Orang tersebut yang layak untuk mendapat bantuan tersebut. 7 orang ini tidak mendapat bantuan dikarenakan tidak terdata, kata Wakapolsek.

Pantaun Media, setelah mendapatkan pemahaman dari Kepala Desa dan Pihak Kepolisian tentang proses dan kriteria yang berhak mendapatkan bantuan sosial yang terdampak Covid-19. Belasan warga yang datang ini pun membubarkan diri dengan tertib.

Reporter: Darwin Marpaung
Edotor: Arif

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan