Alasan administrasi, BLT Dana Desa diduga dipangkas

  • Bagikan
banner 468x60

VALITO.ID | PADANG LAWAS UTARA | Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Anggaran Dana Desa Tahun 2020, di Kabupaten Padang Lawas (Paluta) untuk masyarakat terdampak COVID-19, diduga dipangkas.

Pasalnya, sejumlah masyarakat mengakui bahwa dana yang mereka terima tidak utuh, diduga dipangkas oleh oknum Pemerintah Desa.

banner 336x280

Padahal diketahui, anggaran yang disediakan dari dana desa untuk warga yang didata akan menerima bantuan sebesar Rp 1.800.000 selama 3 bulan, namun dana yang diterima sudah terpotong.

Dari informasi warga yang diterima, kisaran potongan sebesar Rp 200 ribu per kepala keluarga yang menerima bantuan tersebut.

Salah satu warga di Desa Pintu Padang, Kecamatan Batang Onang mengaku hanya menerima BLT sebesar Rp 1 Juta, untuk dua bulan dari yang seharusnya sebesar Rp 1.200.000.

“Uang BLT dari dana desa yang saya terima tidak utuh,” ujar warga yang tidak mau identitasnya disebutkan, Jumat (15/5/2020).

Menurutnya, ditahap awal dari pencairan dana desa, BLT yang diterimanya langsung per 2 bulan, sebesar Rp 1 juta.

Bantuan itu dari oknum petugas dari pemerintah desa, dia menyampaikan bahwa pemotongan ini untuk administrasi.

Informasi yang dihimpun media ini, 57 KK warga desa Pintu Padang menerima bantuan BLT dana desa.
Penyaluran BLT dari Dana Desa ini dilaksanakan sekitar beberapa hari yang lalu, yakni pada tanggal 5 Mei 2020.

Diketahui pihak Kecamatan telah membuat SK ke 3 petugas dari perangkat desa untuk membagi bagi dana BLT ini kepada warga yang telah terdata.

Hingga berita ini dinaikkan, oknum petugas di pemerintahan desa di Desa Pintu Padang belum bisa dikonfirmasi. (PHas).

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan