Aku Dibawa ke Alam Arwah Korban Corona (1)

  • Bagikan
Aku Dibawa ke Alam Arwah Korban Corona (1)
banner 468x60

Aku Dibawa ke Alam Arwah Korban Corona (1)

Penulis: ZA Nasti

banner 336x280

Suara hujan lebat dan petir mengiringi malam itu, tepatnya di malam minggu itu pula aku membawa ibuku ke Rumah Sakit yang sudah 2 hari ini ibu mengerang kesakitan akibat penyakit diabetes dan livernya kembali kambuh.

Akhirnya dengan kesigapan para petugas medis malam itu, akhirnya kepala medis memutuskan ibu harus di rawat untuk beberapa hari guna mengobati rasa sakit yang menimpanya. Aku terus mendampinginya, meskipun aku punya adik lelaki, tetapi saat ini ia masih di dalam perantauan di kota besar Jakarta.

Putra, Ibu masuk rumah sakit lagi, pesan ku kirim ke Whatsapp adikku.

Aku masih menunggu di ruangan IGD menunggu persiapan kamar yang akan menjadi tempat tinggal sementara ibuku.

Mari pak, kita bawa ibu ke ruangannya, kata perawat.

Baik Suster, ucapku.

Akhirnya ibu sampai ke ruangannya dengan sebotol infus yang kini melekat di tangan kanannya.

Si Putra sudah di beri kabar, kata ibu dengan suara lemah gemetar.

Sudah bu, ya sudah ibu istirahat ya, agar ibu lekas baik, ucapku.

Kemudian ibu tertidur, 2 jam berlalu tiba-tiba suara smartphone ku berdering, terlihat nama adik lelakiku Putra menghubungi di layar smartphoneku.

Halo bang, maaf bg baru menghubungi, baru pulang kerja aku, kata Putra.

Iya gpp Put, ucapku.

Gimana kabar ibu bg?, kata Putra.

Ini masih di rawat, kataku.

Maaf bg, aku gak bisa pulang, karena abg tau kan ini masa-masa sulit, apalagi virus Corona sedang melanda seluruh negeri, kata Putra.

Iya, di sinipun juga virus Corona mulai mewabah, ujarku.

Ya udah ya bg, aku mau istirahat, semoga ibunda lekas sembuh, kata Pitra.

Amin, jaga dirimu di sana ya Put, jaga kesehatan, kataku.

Iya bg, udah ya, tutupnya.

Akupun menutup teleponku, aku lihat ibu sedang tertidur, akupun membentangkan tikar busa kecil untuk membaringkan tubuhku yang sedikit lelah. Akupun mulai di serang ngantuk, sepintas aku teringat ocehan-ocehan orang-orang tentang mewabahnya virus Corona. Dan para perawat-perawat di sini semua ku lihat sebahagian memakai alat kelengkapan pelindung diri, memakai masker, tak terkecuali aku.

Aku pun memainkan smartphoneku mencoba menghibur diri dengan bermain game untuk menghilangkan keheningan di ruangan inap ini. Aku melihat di sekitar kamar ini yang luas, ada 3 tempat tidur pasien.

Kenapa hanya ibuku yang di rawat di ruangan ini, kemana pasien yang lain ya?, gumamku.

Aku pun melanjutkan permainan game di smartphone ku, terlihat ada masuk pesan pemberitahuan dari aplikasi berita yang aku download beberapa tahun yang lalu, aku baca berita itu yang berjudul Lockdown Virus Corona Disingkatkan namun aku lewatkan dan belum sempat terbaca lantaran mata ini semakin tak bisa di ajak kompromi.

Dalam suasana ngantuk dan terjaga aku pun mencoba bangun dan ingin menikmati sebatang rokok, lalu aku mencari celah agar aku bisa menikmati isapan rokok di malam yang senyap ini, aku turun tangga dan melewati pintu ke luar rumah sakit, aku keluarkan rokok dan korek api dan menyulut rokok tersebut.

Lalu seorang pria tinggi, tegap memakai kemeja putih mencoba menghampiriku. Dengan wajahnya yang pucat…..(Bersambung)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan